Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Imbal Hasil SUN Diperkirakan Tertekan

Ekonomi surat utang obligasi
Angga Bratadharma • 25 Januari 2019 13:04
Jakarat: Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak turun di rentang yang sempit seiring penurunan imbal hasil treasury AS atau surat utang Pemerintah AS dan terbatasnya pelemahan rupiah. Meski demikian, ada harapan agar imbal hasil SUN bisa kembali naik di masa mendatang.
 
"Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan masih bergerak di rentang 8,0-8,09 persen. Rekomendasi seri obligasi negara yakni FR0077, FR0078, FR0068, dan FR0079," ungkap Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019.
 
Sementara itu, imbal hasil treasury AS bergerak turun Kamis malam. Imbal hasil jangka menengah (10 tahun) turun enam bps di level 2,71 persen, sedangkan jangka panjang (30 tahun) turun tiga bps di level 3,03 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Turunya imbal hasil treasury AS akibat kepercayaan investor bahwa ketidaklengkapan data yang tersedia akibat penutupan pemerintahan di AS akan membuat the Fed menahan tingkat suku bunga," kata Ahmad Mikail.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 21,21 poin atau 0,09 persen menjadi 24.554,41. Sedangkan S&P 500 naik 3,66 poin atau 0,14 persen menjadi 2.642,36. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 47,69 poin atau 0,68 persen menjadi 7.073,46.
 
Amerika Serikat telah menerima musim laporan pendapatan perusahaan yang kuat pada Januari. Maskapai penerbangan terkemuka AS memperpanjang kenaikan solid dalam harga saham, setelah mereka melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor S&P 500 utama memperpanjang kenaikan dengan sektor teknologi informasi naik hampir satu persen, memimpin para pemenang. Kegelisahan pasar atas ketegangan perdagangan global telah diperburuk, setelah Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan AS masih bermil-mil dari kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif