Ilustrasi OJK -- Foto: Antara/ Fanny Octavianus
Ilustrasi OJK -- Foto: Antara/ Fanny Octavianus

OJK Selidiki Dua Transaksi Semu

Ekonomi ojk suspensi saham
Angga Bratadharma • 03 Mei 2019 20:13
Bandung: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan penyelidikan atas dua transaksi saham yang diduga melanggar Undang-Undang (UU) Pasar Modal. Adapun kedua transaksi saham tersebut diduga merupakan perdagangan semu guna memengaruhhi pergerakan saham demi keuntungan si oknum tersebut.
 
Direktur Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK Janner HR Pasaribu membenarkan OJK saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap dua transaksi saham yang diduga merupakan perdagangan semu itu. Langkah ini dilakukan sejalan dengan fungsi dan tugas OJK dalam mengawasi industri jasa keuangan tanpa terkecuali.
 
"Saat ini sedang berjalan dan masih ada dua penyelidikan transaksi dua saham dengan inisial MK dan lupa satu lagi, itu sedang disidik," kata Janner, usai menjadi pembicara dalam pelatihan dan gathering OJK dengan tajuk 'Kewenangan Penyidikan Sektor Jasa Keuangan', di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 3 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, penyidik OJK telah menyelesaikan penyelidikan terhadap dua transaksi semu atas saham PT Sekawan Inti Pratama Tbk (SIAP) dan PT Sidomulya Selaras Tbk (SDMU). "Untuk kasus transkasi SIAP dan SDMU sudah P21, tapi belum di berkas. Dugaan sementara keduanya terkait dengan perdagangan semu," ungkap dia.
 
Untuk diketahui, dalam UU Pasar Modal pasal 91 disebutkan setiap pihak dilarang melakukan tindakan langsung maupun tidak langsung, dengan tujuan untuk menciptakan gambaran semu atau menyesatkan mengenai kegiatan perdagangan, keadaan pasar atau harga efek di bursa efek.
 
Selanjutnya, dalam pasal 104 disebutkan setiap pihak melanggar pasal 91 diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp15 miliar.
 
Di sisi lain, penghimpunan dana di pasar modal di awal tahun tercatat mencapai Rp28 triliun. Sebagian besar himpunan dana itu diperuntukkan untuk modal kerja dan sisanya untuk ekspansi. OJK berharap penghmpunan dana di pasar modal ini bisa terus tumbuh lebih baik di masa mendatang.
 
"Per 25 Maret 2019, penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp28 triliun, dengan tujuan penghimpunan dana utamanya untuk modal kerja," kata Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK Yohannes Santoso Wibowo.
 
Penghimpunan dana tersebut sebanyak 75,13 persen digunakan untuk modal kerja. Kemudian 18,93 persen digunakan untuk ekspansi, 4,34 persen untuk penyertaan, 0,71 persen untuk biaya emisi berdasarkan prospektus dan 0,25 persen untuk pembayaran utang.
 
"Sumber dana masih oke, walaupun tidak sebaik sektor perbankan," ujarnya.
 
Pipeline hingga Maret 2019, terdapat 33 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp14,6 triliun. Angka tersebut berasal dari dua rights issue atau Penawaran Umum Terbatas (PUT) sebesar Rp2,68 triliun, 22 penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp3,07 triliun dan sembilan obligasi sebesar Rp8,85 triliun.
 
"Jumlah emiten baru sebanyak empat perusahaan, meningkat dari periode yang sama 2018 yakni tiga perusahaan," pungkasnya.

 

(Des)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif