Bank Danamon. Dok;AFP.
Bank Danamon. Dok;AFP.

Danamon dan Bank Nasional Parahyangan Selesai Merger di Kuartal II-2019

Ekonomi ojk merger bank danamon
Annisa ayu artanti • 03 Januari 2019 20:31
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP) akan selesai merger triwulan II tahun ini untuk memenuhi aturan single presence policy (SPP).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengatakan saat ini proses penggabungan dua perbankan tersebut masih dalam tahap proses.

"Dalam proses, semoga triwulan II paling lambat sudah terjadi," kata Heru kepada Medcom.id, Kamis, 3 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Lalu mengenai tender offer yang dilakukan MUFG Ltd Cabang Jakarta, Heru juga menyebutkan, OJK masih melihat dan mengkaji kembali aturan tersebut. OJK akan melihat persyaratan pasar modal. "Nanti kita evaluasi dulu persyaratan pasar modalnya," ujar dia.

Seperti diketahui, aturan single presence policy (SPP) mengharuskan MUFG hanya dapat mencatatkan kepemilikan pada satu bank saja. Sementara dalam kasus ini MUFG adalah menguasai saham dua bank tersebut. OJK telah memberi waktu selama satu tahun kepada Bank Danamon dan Bank Nusantara Parahyangan untuk melakukan merger. 

Merger kedua bank ini dilakukan sebagai upaya MUFG meningkatkan kepemilikannya di Bank Danamon hingga 80 persen. Per 3 Oktober 2018, MUFG telah menguasai 40 persen saham Bank Danamon.

Untuk memiliki saham Bank Danamon diatas 40 persen tersebut, OJK memberikan syarat MUFG harus meleburkan dua bank miliknya di Indonesia yaitu Bank Danamon dan Bank Nasional Parahyangan. Setelah itu MUGF melebur bank hasil merger tersebut dengan kantor cabang bank asing (KCBA) MUFG di Indonesia.





(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi