NEWSTICKER
Bank Mandiri. Foto : MI/Angga Yuniar.
Bank Mandiri. Foto : MI/Angga Yuniar.

Wabah Korona Pengaruhi Permintaan Kredit

Ekonomi bank mandiri Virus Korona
Antara • 24 Februari 2020 19:31
Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menilai maraknya penyebaran wabah virus korona menjadi salah satu faktor yang memengaruhi menurunnya permintaan kredit.
 
"Ada pengaruh (korona), ada pengaruhnya juga," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar dikutip dari Antara, Senin, 24 Februari 2020.
 
Royke mengatakan bahwa ketika dirinya membandingkan dengan tahun lalu, permintaan kredit saat ini lebih lamban. Menurut dia, pertumbuhan kredit saat ini lagi melambat dan permintaan akan kredit juga sedang tidak terlalu tinggi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya Bank Indonesia (BI) menyatakan peningkatan kerja sama internasional dibutuhkan untuk mengatasi tekanan ekonomi global yang saat ini mulai menunjukkan adanya perlemahan karena penyebaran virus korona.
 
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa Indonesia mengajak negara-negara G20 untuk terus mempererat kerja sama internasional dan mengimplementasikan bauran kebijakan guna memperkuat pemulihan dan mendorong pertumbuhan ekonomi global.
 
Hal tersebut merupakan salah satu pembahasan yang mengemuka dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20 yang dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada 22-23 Februari 2020 di Riyadh, Arab Saudi.
 
Dalam pertemuan itu, negara-negara G20 juga sepakat memperkuat pemantauan terhadap risiko global, khususnya yang berasal dari Covid-19, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko tersebut dan sepakat untuk mengimplementasikan respon bauran kebijakan yang efektif, baik dari sisi moneter, fiskal, maupun struktural.
 
Bank Indonesia merevisi pertumbuhan ekonomi 2020 menjadi lebih rendah yaitu pada kisaran 5,0 persen-5,4 persen dari sebelumnya 5,1 persen-5,5 persen. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa revisi perkiraan ini karena adanya penyebaran virus korona yang dapat memengaruhi perekonomian Indonesia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif