Ilustrasi. Foto: Antara/Muhammad Adimaja.
Ilustrasi. Foto: Antara/Muhammad Adimaja.

Rupiah dan IHSG Masih Merah

Ekonomi ihsg kurs rupiah
Nia Deviyana • 10 Februari 2020 16:42
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Senin, 10 Februari 2020 berada di level Rp13.711 per USD. Rupiah melemah 36,5 poin poin atau 0,27 persen dibandingkan pembukaan perdagangan di level Rp13.690 per USD.
 
Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp13.690 per USD hingga Rp13.724 per USD.
 
Sementara itu, Yahoo Finance mencatat mata uang Garuda berada di posisi Rp13.705 atau melemah 62 poin atau 0,45 persen dari pembukaan perdagangan di level Rp13.643 per USD.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan rupiah di level Rp13.708 per USD.
 
Selanjutnya, Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) berada di level 5.952. Indeks melemah 47,5 poin atau 0,79 persen dibandingkan pembukaan perdagangan di level 5.993,3.
 
Volume perdagangan mencapai Rp6,39 triliun. Tercatat 121 saham menguat, 294 saham melemah, dan 124 saham stagnan.
 
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan alaupun data ekonomi dalam negeri positif dan Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi belum bisa membawa mata uang garuda kembali menguat.
 
Hari ini, Bank Indonesia (BI) merilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) terbaru. Pada kuartal IV-2019, NPI membukukan surplus sebesar USD4,28 miliar, jauh membaik dibandingkan kuartal sebelumnya yang defisit sebesar USD46 juta.
 
"Data tersebut dipengaruhi oleh turunnya impor minyak mentah sejalan dengan kebijakan pengendalian impor seperti program B20 yang sudah diterapkan," ujar Ibrahim melalui catatannya yang dikutip Medcom.id, Senin, 10 Februari 2020.
 
Sebelumnya Tim Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi akan kembali tertekan. Sentimen global masih menjadi salah satu faktornya.
 
"Kami perkirakan IHSG akan kembali tertekan seiring dengan melemahnya pasar regional dan global," tutur tim analis Samuel Sekuritas, dalam hasil risetnya, pagi ini.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif