Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA

Rupiah Pagi Tertekan Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 04 Februari 2020 08:50
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.742 per USD. Sejauh ini, wabah virus korona masih membayangi pasar keuangan dan mata uang, termasuk mata uang Garuda yang kesulitan menggilas mata uang Paman Sam.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 4 Februari 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp13.748 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp13.748 hingga Rp13.754 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.577 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan dapat terjadi karena para pelaku pasar mencerna beberapa data ekonomi positif.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,41 persen menjadi 97,7992 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi USD1,1063 dari USD1,1087 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2997 dari USD1,3198 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia melemah menjadi USD0,6688 dibandingkan dengan USD0,6694. Dolar AS dibeli 108,68 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,35 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9660 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9635 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3295 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3234 dolar Kanada.
 
Aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS rebound atau berbalik naik pada Januari setelah mengalami kontraksi selama lima bulan, lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) melaporkan. Indeks Pembelian Manajer (PMI) berdiri di 50,9 persen, meningkat 3,1 poin persentase dari tingkat bulan sebelumnya, laporan tersebut menunjukkan.
 
Angka di atas 50 persen menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur, sementara tingkat di bawahnya menunjukkan kontraksi. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan indeks naik menjadi 48,5 persen pada Januari.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada Senin waktu setempat, kembali menguat dari aksi jual tajam di sesi sebelumnya. Kondisi itu terjadi karena investor mencerna data ekonomi utama terbaru. Meski demikian, wabah virus korona tetap harus menjadi perhatian karena bisa menjadi katalis negatif.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 143,78 poin atau 0,51 persen menjadi 28.399,81. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 23,40 poin atau 0,73 persen menjadi 3.248,92. Indeks Nasdaq Composite naik 122,47 poin atau 1,34 persen menjadi 9.273,40.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif