Direktur utama RBMS Richard R Wiriahardja mengatakan peningkatan pendapatan ini terjadi setelah perusahaan mengakuisisi PT Tiara Raya Bali Internasional sebagai pemilik Hotel Le Meridien Bali.
Pada saat ini perseroan mengemban 40 persen saham dari Tiara Raya Bali Internasional. Angka itu setelah diakuisisi kembali akan menjadi 99,1 persen saham.
"Maka pendapatan Le Meredien Bali akan terkonsolidasi dalam laporan keuangan kami, jika menjdi 99,1 persen saham. Sebab, pendapatan Le Meridien Rp50 miliar-Rp60 miliar per tahun. Jadi kalau dikonsolidasikan sama pendapatan kita Rp70 miliar, pendapatan kita akan menjadi Rp120 miliar di tahun depan," ujar Richard, ditemui dalam acara 'Public Expose Insidentil' di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017.
Sumber dana akuisisi itu, tutur dia, akan didapatkan perusahaan dari penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue.
Dana right issue, lanjut dia, juga akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan perumahan berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
"Kami akan melakukan rights issue dengan target penggalangan dana sebesar Rp300 miliar. Sebelum right issue, kami gelar RUPS pada 15 Januari 2018," pungkas Richard.
Sebagai informasi, Ristia Bintang Mahkotasejati melakukan Public Expose Insidentil, dikarenakan saham perusahaan mengalami peningkatan harga yang cukup besar, baik di pasar skunder maupun tunai. Keadaan itu, membuat perusahaan diganjar suspensi oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News