Ilustrasi BRI. Foto : istimewa.
Ilustrasi BRI. Foto : istimewa.

Naik 6,2%, Laba BRI Jadi Rp34,4 Triliun di 2019

Ekonomi bumn bri
Annisa ayu artanti • 23 Januari 2020 19:41
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk mencatat laba bersih perusahaan pada 2019 sebesar Rp34,41 triliun atau naik 6,2 persen dari capaian laba pada tahun buku 2018 sebesar Rp32,4 triliun.
 
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan capaian laba ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang juga mengalami peningkatan.
 
Tercatat, hingga akhir Desember 2019 penyaluran kredit BRI mencapai Rp908,88 triliun atau tumbuh 8,44 persen year on year. Pertumbuhan kredit BRI ini menurutnya di atas rata-rata industri perbankan yang tumbuh sebesar 6,08 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertumbuhan laba 6,4 persen itu karena BRI mampu menumbuhkan kredit secara grup. (Kredit) Kita mampu tubuh 8,4 persen secara grup," kata Sunarso di Kantor BRI, Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.
 
Sunarso menjelaskan pertumbuhan kredit secara konsolidasi itu ditopang oleh pertumbuhan kredit segmen mikro yang juga tercatat tumbuh double digit yaitu 12,19 persen sepanjang 2019.
 
Dari total Rp908,88 triliun kredit sepanjang 2019, kredit segmen mikro mencapai Rp307,7 triliun. Angka ini 35,8 persen dari total kredit secara keseluruhan.
 
"Porsi kredit mikro pada Bank BRI sebagai perusahaan induk saja telah meningkat dari 34,3 persen menjadi 35,8 persen. Hal ini sejalan dengan aspirasi Bank BRI di tahun 2022, dimana komposisi kredit mikro mencapai 40 persen dari total portofolio pinjaman," ujar dia.
 
Kedepannya, Sunarso bilang, BRI akan terus melakukan inovasi berkelanjutan untuk mendorong penetrasi kredit mikro sehingga menjangkau lebih banyak lagi nasabah.
 
"Melalui teknologi, kami kembangkan kredit mikro BRI menjadi go smaller go shorter dan go faster. Melalui platform berbasis teknologi, BRI mempersiapkan ekosistem mikro berbasis digital untuk melayani potensi pasar mikro yang masih terbuka luas," ujar dia.
 
Disamping kredit mikro, pertumbuhan kredit BRI juga ditopang oleh pertumbuhan kredit ritel dan menengah yang tercatat tumbuh 12,08 persen yoy menjadi Rp269,64 triliun di akhir tahun 2019.
 
Selain tumbuh positif dan diatas rata rata industri, BRI mengklaim mampu menjaga kualitas kredit di level ideal yakni NPL 2,80 persen dengan NPL Coverage mencapai 153,64 persen.
 
Sementara itu, untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencatat Rp1.021,39 triliun atau naik sebesar 8,17 persen yoy. Sedangkan Dana murah (CASA) masih mendominasi portofolio Simpanan BRI, mencapai 57,71 persen dari total DPK atau senilai Rp589,46 triliun.
 
Sunarso menambahkan pada tahun ini BRI akan fokus menggarap CASA untuk mengoptimalkan pertumbuhan dana melalui transaction banking di perkotaan maupun melalui micro saving dan micro payment di segmen mikro.
 
Selain itu, perseroan juga berhasil mengakselerasi Fee Based Income. Hingga akhir Desember 2019, perolehan FBI BRI tercatat Rp14,29 triliun atau tumbuh 20,1 persen yoy.
 
Dengan pertumbuhan FBI yang signifikan ini, untuk pertama kalinya bagi BRI Fee Income to Total Income Ratio mencapai double digit sebesar 10 persen.
 
"Melalui inovasi dan digita|isasi, perseroan terus menciptakan sumber-sumber pendapatan berbasis non bunga untuk menjaga tingkat profitabilitas," imbuh Sunarso.
 
Sunarso menyebutkan salah satu inovasi produk dan layanan yang memberikan dampak secara nyata bagi pertumbuhan FBI BRI adalah Agen BRILink. Hingga akhir tahun 2019, tercatat BRI memiliki 422 ribu agen dengan transaksi mencapai 521 juta kali transaksi finansial dengan volume mencapai Rp 673 triliun atau tumbuh 31,2 persen yoy.
 
"FBI yang dihasilkan oleh Agen BRILink tercatat mencapai Rp788,7 miliar atau tumbuh 75 persen yoy," imbuh Sunarso.
 
Pada sisi permodalan, BRI mencatat rasio CAR 22,77 persen. Rasio CAR ini mencerminkan modal BRI cukup kuat untuk melakukan ekspansi baik dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
 
Secara likuiditas, BRI masih juga mempunyai ruang tumbuh dimana rasio likuiditas BRI di akhir 2019 terjaga dilevel 88,98 persen.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif