Ilustrasi. DANIEL LEAL-OLIVAS/AFP
Ilustrasi. DANIEL LEAL-OLIVAS/AFP

PNM Investment Management Terbitkan Reksa Dana ETF

Ekonomi reksa dana
Antara • 01 Oktober 2019 13:01
Jakarta: PT PNM Investment Management menerbitkan produk reksa dana Exchange Traded Fund (ETF) seiring dengan prospek dan minat investor yang cukup tinggi. Produk ini diharapkan bisa diterima masyarakat sebagai salah satu instrumen investasi alternatif di pasar keuangan.
 
"Kami melihat dan sangat optimistis reksa dana ETF akan semakin berkembang ke depan. Pasalnya, minat investor terhadap produk ini semakin tumbuh. Apalagi, dukungan dari otoritas pasar modal dan bursa yang semakin tinggi," kata Direktur Utama PNM Investment Management Bambang Siswaji, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 1 Oktober 2019.
 
Ia mengemukakan produk investasi itu bernama Reksa Dana PNM ETF Core LQ45 dan sudah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun dari hasil penjajakan terhadap nasabah investor, tambahnya, ternyata Indeks LQ45 masih sangat diminati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini cukup beralasan karena Indeks LQ45 mengukur performa harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar dan didukung fundamental perusahaan yang baik," ujarnya.
 
Rencananya produk PNM ETF CORE LQ45 ini akan mengalokasikan investasinya pada minimum 80 persen dan maksimum 100 persen dari nilai aktiva bersih pada saham-saham yang tercatat di indeks LQ45. Dan sisanya minimum 0-20 persen pada instrumen pasar uang yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun.
 
Bambang menambahkan, penerbitan ETF saat ini merupakan waktu yang tepat bagi investor untuk melakukan investasi. "Justru di saat kinerja pasar saham yang terkoreksi, ini lah waktu yang tepat bagi investor beli ETF dan cocok bagi investor dengan skala investasi jangka panjang," ucapnya.
 
Produk reksa dana ETF, lanjut dia, merupakan investasi jangka panjang di tengah ekonomi yang terus tumbuh, potensi pertumbuhan imbal hasil reksa dana ETF akan cukup besar dengan valuasi IHSG saat ini yang relatif murah.
 
"Jangka pendek memang masih banyak sentimen yang tidak pasti, tetapi kalau jangka panjang potensi pertumbuhan bagus, ini akan daya tarik reksadana ETF," katanya.
 
ETF merupakan produk reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang unit penyertaannya diperdagangkan di BEI. Meskipun pada dasarnya merupakan reksa dana, ETF diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di bursa efek.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif