Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

IHSG Diperkirakan Tertekan

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 21 November 2019 08:57
Jakarta: Pasar saham tertekan seiring ekspektasi penyelesaian fase satu antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok tidak akan selesai tahun ini. Nasdaq turun 0,51 persen menjadi 8.526 diikuti Dow Jones minus 0,4 persen menjadi 27.821 dan S&P500 melemah 0,38 persen ke level 3.108. IHSG Rabu bergerak datar dengan penopang adalah saham-saham agrikultur.
 
"Kami memperkirakan pergerakan IHSG pada hari ini berpotensi tertekan seiring dengan sentimen negatif dari global dan minimnya sentimen dari pasar domestik," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 21 November 2019.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih rendah pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Wall Street mencermati risalah dari Federal Reserve AS sambil menunggu pembaruan mengenai kondisi perdagangan global. Ada harapan agar negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok bisa segera mencapai kata sepakat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average menyusut 112,93 poin atau 0,40 persen menjadi 27.821,09. Sedangkan S&P 500 turun 11,72 poin atau 0,38 persen menjadi 3.108,46. Sementara indeks Komposit Nasdaq turun 43,93 poin atau 0,51 persen menjadi 8.526,73.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan bahan-bahan turun 1,18 persen, menjadi penghambat. Sektor energi membalikkan kerugian sebelumnya untuk mendapatkan kenaikan 1,01 persen pada penutupan. Investor mencerna risalah dari pertemuan kebijakan Oktober Fed yang dirilis pada Rabu.
 
"Ketidakpastian yang terkait dengan ketegangan perdagangan serta risiko geopolitik agak mereda, meskipun risikonya meningkat," kata risalah, seraya menambahkan risiko bahwa perlambatan pertumbuhan global akan semakin membebani ekonomi domestik tetap menonjol.
 
Bank sentral AS menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin akhir bulan lalu di tengah perlambatan lebih lanjut dalam pertumbuhan ekonomi AS, yang merupakan pemotongan suku bunga ketiga bank sentral tahun ini. Penyesuaian kebijakan ini menempatkan kisaran tingkat suku bunga acuan di 1,5-1,75 persen.
 
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kebijakan moneter Amerika Serikat akan tetap sesuai seperti sekarang selama ekonomi tetap berada di jalurnya. Sejauh ini, the Fed akan terus melakukan pemantauan untuk melihat pergerakan ekonomi dengan harapan bisa menekan sejumlah risiko yang muncul.
 
"Kami akan memantau efek dari tindakan kebijakan kami, bersama dengan informasi lain mengenai prospek, saat kami menilai jalur yang tepat dari kisaran target untuk tingkat suku bunga acuan," pungkas Powell.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif