Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Harga Batu Bara Anjlok, Target Produksi PTBA Tetap Tinggi

Ekonomi batu bara ptba
Suci Sedya Utami • 28 Oktober 2019 18:20
Jakarta: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tidak berencana merevisi target produksi batu bara hingga akhir tahun kendati terjadi penurunan harga komoditas di pasar global. Perseroan masih tetap menggunakan target sesuai rencana kerja 2019 yang telah diajukan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
"Kita tidak sama sekali ada revisi dan kita harapkan ini sesuai dengan RKAB (rencana kerja anggaran biaya kita," kata Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin saat konferensi pers, di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.
 
Hingga akhir 2019, PTBA menargetkan produksi batu bara mencapai 27,3 juta ton atau meningkatkan tiga persen dari realisasi di 2018 yang sebesar 26,4 juta ton. Hingga akhir tahun, perusahaan pelat merah ini juga menargetkan bisa menjual batu bara hingga 28,4 juta ton atau naik 15 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini terdiri dari target ekspor sebesar 14,5 juta ton dan penjualan domestik sebesar 13,7 juta ton.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendati harga baru bara mengalami penurunan, namun realisasi penjualan hingga kuartal ketiga meningkat 10,7 persen dari periode yang sama di tahun lalu. Hingga akhir September, PTBA telah menjual sebanyak 20,6 juta ton.
 
Kenaikan penjualan ini ditopang oleh kenaikan produksi batu bara menjadi 21,6 juta ton atau naik 9,6 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Serta kapasitas angkutan batu bara yang mengalami kenaikan menjadi 17,8 juta ton atau naik 4,7 persen dari periode Januari hingga September 2018.
 
Hingga akhir tahun PTBA menargetkan dapat mengangkut 25,3 juta ton batu bara dengan menggunakan kereta api atau meningkat 12 persen dari tahun lalu.
 
Kenaikan penjualan batu bara ini tidak lepas dari strategi penjualan yang diterapkan oleh Perseroan dengan menyasar ekspor batu bara ke beberapa negara seperti India, Hong Kong, Filipina dan sejumlah negara Asia lain, serta menyasar pasar ekspor baru seperti ke Jepang dan Korea Selatan. Tak hanya mendorong penjualan ekspor ke negara-negara Asia, perseroan juga menerapkan penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke pasar premium.
 
"Untuk pasar ekspor memang melakukan penetrasi ke pasar-pasar non-tradisional seperti Vietnam, Filipina, dan Australia untuk batu bara kalori menengah serta ke Jepang untuk kalori tinggi," jelas Arviyan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif