8 Saham Lippo Group Masih Tertekan
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Rizal)
Jakarta: Sejumlah saham perusahaan Group Lippo Jumat, 19 Oktober 20018 ini masih mengalami pelemahan. Berdasarkan catatan Media Indonesia, dari 15 saham perusahaan Group Lippo yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), delapan di antaranya masih berada di zona merah.

PT Star Pacifik (LPLI) mengalami penurunan yang signifikan sebesar 10,8 persen dari harga Rp148 per saham ke Rp132. PT Matahari Department Store (LPPF) turut merosot 4,66 persen dari harga Rp5.900 ke Rp5.625 per saham. PT Matahari Putra Prima (MPPA) juga anjlok 2,94 persen.

Kemudian PT Multipolar (MLPL) turun 2,44 persen dari harga Rp82 ke harga Rp80 per saham. PT Lippo Cikarang (LPCK) turun 2,26 persen dari harga per saham Rp1.330 menjadi Rp1.300. PT Multipolar Technology (MLPT) anjlok 1,96 persen, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) turun 1,23 persen dan PT Lippo Karawaci Tbk turun 0,73 persen.

Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada mengatakan proses hukum yang menyandung PT Mahkota Sentosa Utama selaku pengembang mega proyek Meikarta masih mempengaruhi kinerja harga saham-saham yang termasuk dalam Group Lippo.

Dirinya mengamini bila disebut proses hukum dan proses pembangunan dua hal yang berbeda.

"Cuma kan di market beda. Itu akan balik lagi ke persepsi masyarakat. Di sini kita bisa lihat bahwa pernyataan kuasa hukum belum cukup bantu tingkatkan kepercayaan investor terhadap saham-saham terkait properti," jelas Reza, di Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018.

Investor saat ini masih menunggu-nunggu sesuatu terutama riil progrespembangunan Meikarta. Terlebih penggeledahan rumah Bos Group Lippo, James Riyadi, Kamis, 18 Oktober 2018, memberikan sentimen buruk bagi performa saham.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id