Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Obligasi Lippo Karawaci Oversubscribed 4,5 Kali Lipat

Ekonomi lippo karawaci
Ade Hapsari Lestarini • 15 Januari 2020 10:42
Jakarta: PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah menerbitkan obligasi lima tahun senilai USD325 juta pada 14 Januari 2020. Adapun penerbitan obligasi tersebut mendapat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 4,5 kali.
 
CEO LPKR John Riady menjelaskan obligasi tersebut menawarkan imbal hasil sebesar 8,125 persen. Nantinya, dana hasil dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk melunasi sebagian besar obligasi yang jatuh tempo pada 2022.
 
Selain itu, LPKR sedang dalam tahap akhir untuk mendapatkan fasilitas pinjaman untuk membayar kembali sisa utang obligasi senilai USD100 juta, sehingga perseroan tidak memiliki utang besar yang akan jatuh tempo selama lima tahun ke depan sampai dengan 2025.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas sebesar 21 persen, Lippo Karawaci merupakan salah satu perseroan yang memiliki rasio utang terendah di antara perusahaan properti di Indonesia," ujar John, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 14 Januari 2020.
 
John mengungkapkan obligasi kali ini mendapatkan respons positif di kalangan investor. Sebagai catatan, obligasi dengan tenor lima tahun ini merupakan obligasi ke 12 yang diterbitkan oleh LPKR selama 14 tahun terakhir.
 
Penerbitan obligasi ini mencerminkan tingkat kepercayaan investor yang sangat kuat akan posisi keuangan perseroan sebagai perusahaan properti yang terbesar di Indonesia.
 
"Kami akan menggunakan dana hasil penerbitan ini untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo pada 2022, yang berarti kami tidak lagi memiliki utang besar hingga 2025," ucap John.
 
Kesuksesan penerbitan obligasi ini menggambarkan kepercayaan para investor terhadap LPKR sebagai perusahaan properti terbesar yang memiliki franchise kuat dan rekam jejak yang baik dalam membayar utang kepada para debitur di dalam maupun di luar negeri.
 
Adapun penerbitan obligasi terbaru ini didukung oleh global book runners di antaranya Credit Suisse, BNP Paribas, dan Deutche Bank.
 
Per 30 September 2019, LPKR memiliki aset USD4 miliar sehingga tercatat perusahaan real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia. Bisnis inti perusahaan terdiri dari pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls,dan layanan kesehatan. Saat ini, LPKR aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.
 
LPKR merupakan pengembang properti dengan 1.461 ha landbank yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak perusahaan publik yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, LPKR saat ini masing-masing memiliki saham 81,0 persen dan 62,7 persen, LPKR mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar.
 
Selain itu, LPKR juga memiliki 51,05 persen saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 36 rumah sakit di 24 kota di seluruh Indonesia.
 
LPKR mempunyai kepemilikan di dua REIT yang tercatat di bursa efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust dengan aset yang dikelola masing-masing USD1,0 miliar dan USD1,4 miliar, per 30 September 2019.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif