NEWSTICKER
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Medcom/Husen M.
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Medcom/Husen M.

Solusi Bangun Akan Jual Aset Tanah Demi Bayar Utang

Ekonomi holcim indonesia
Husen Miftahudin • 26 Juni 2019 19:32
Jakarta: Anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, bakal menjual aset perusahaan berupa tanah demi membayar utang. Penjualan ini untuk memperbaiki struktur kinerja keuangan perusahaan di tengah tertekannya industri semen nasional.
 
"Kami sedang melihat beberapa aset-aset yang sifatnya tidak produktif seperti aset tanah. Itu kami coba untuk investasi sehingga memberikan kami cash yang bisa kami gunakan untuk pembayaran utang," ujar Presiden Direktur Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar dalam konferensi pers di Hotel Sheraton, Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Juni 2019.
 
Nilai aset tanah yang bakal dilepas diperkirakan di bawah Rp100 miliar. Tanah-tanah perusahaan yang berada di Jawa Barat dan Jawa Tengah direncanakan bakal dijual tahun ini. Adapun posisi utang perseroan hingga Mei 2019 sebanyak Rp9 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan emiten berkode SMCB hingga kuartal I-2019 itu sebesar Rp2,20 triliun, turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan membukukan pendapatan sebanyak Rp2,18 triliun.
 
Sementara volume penjualan dari Januari sampai Mei 2019 tercatat turun 2,85 persen dibandingkan dengan pencapaian periode sama 2018, dari 4,04 juta ton menjadi 3,92 juta ton. "Kinerja kita membaik meskipun market (industri semen) masih dalam tekanan," tuturnya.
 
Selain menjual aset-aset tanah yang tak produktif, lanjut Aulia, perusahaan juga bakal memperbaiki struktur profitabilitas. Hal itu dilakukan agar perseroan bisa menghasilkan keuntungan dari pembayaran royalti dan market.
 
"Tapi memang garis besarnya adalah memperbaiki kesehatan keuangan, perbaikan margin sehingga ke depannya lebih sustainable untuk mengurangi utang. Ke depannya perbaikan margin sehingga kita bisa meningkatkan margin dan absolut yang signifikan," ungkap Aulia.
 
Kinerja keuangan perusahaan hingga tiga bulan pertama tahun ini mengalami perbaikan. Tingkat kerugian berhasil ditekan sebesar 63 persen, dari Rp332 miliar di 2018 menjadi hanya Rp123 miliar.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif