Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Korona 'Serang' Indonesia, Rupiah Mantap Menguat

Ekonomi Virus Korona kurs rupiah
Angga Bratadharma • 03 Maret 2020 08:51
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.265 per USD. Mata uang Garuda tetap menunjukkan taringnya di tengah kekhawatiran virus korona yang mulai menginfeksi beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) di Tanah Air.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 3 Maret 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka perkasa di Rp14.215 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.215 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.027 per USD.
 
Di sisi lain, dolar Amerika Serikat jatuh ke tingkat terendah enam minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi karena investor bertaruh pada kebijakan pelonggaran Federal Reserve AS dalam upaya melawan dampak negatif dari penyebaran virus korona baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun 0,53 persen menjadi 97,448. Sebelumnya indeks dolar merosot ke level 97,176, terendah sejak 16 Januari.
 
Aset-aset berisiko global, termasuk ekuitas, terpukul keras pekan lalu karena investor khawatir tentang dampak ekonomi dari penyebaran virus global. Kepanikan di pasar global mendorong Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell untuk mengeluarkan pernyataan dengan mengatakan the Fed akan bertindak sesuai untuk mendukung ekonomi.
 
Investor mengambil komentarnya sebagai isyarat bahwa Fed akan memberikan pemotongan suku bunga ketika bertemu pada 17-18 Maret, dan sebagai dorongan kepada bank sentral di seluruh dunia untuk mengikutinya. Pasar berjangka sekarang menyiratkan pemangkasan 50 basis poin pada pertemuan tersebut.
 
"Negatif untuk dolar adalah bahwa The Fed memiliki lebih banyak kelonggaran daripada banyak bank sentral saingan dengan kebijakannya, langkah-langkah yang dapat melakukan kerusakan material pada daya tarik mata uang," kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo.
 
Aktivitas manufaktur AS melambat pada Februari karena gangguan rantai pasokan yang timbul dari wabah virus korona menyeret turun produksi dan pesanan baru, survei manajer pembelian menunjukkan. Kerusakan pasar global akibat penyebaran virus korona telah meningkatkan harapan tindakan kebijakan terkoordinasi dari otoritas moneter global.
 
Tetapi para pembuat kebijakan di bank sentral Eropa (ECB), termasuk presidennya, Christine Lagarde, telah menunjukkan keengganan untuk memangkas suku bunga dari saat ini minus 0,5 persen. Pada Senin waktu setempat, euro melonjak 1,13 persen terhadap dolar.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif