Direktur Utama Semen Indonesia Suparni (tengah) -- FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Direktur Utama Semen Indonesia Suparni (tengah) -- FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Akan Bangun Pabrik di Papua, SMGR Masih Studi Kelayakan

Ade Hapsari Lestarini • 08 April 2015 16:21
medcom.id, Jakarta: PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sedang melakukan feasibility study (uji kelayakan) terkait pembangunan pabrik di semen di Papua. Lalu bagaimana kemajuan kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua mengingat keduanya telah bertukar 'tinta' pada 2 April 2015.
 
"Masih persiapan dan melakukan feasibility. Target paling adalah pengadaan lahan, lahan masih harus disiapkan. Karena pengalaman kita kalau lahan bisa cepat, kita bisa kerja sama dengan pihak sana," ujar Direktur SMGR, Suparni, kepada Metrotvnews.com, saat berkunjung ke kantor Media Group, di Jalan Pilar Mas Raya, Jakarta Barat, Rabu (8/4/2015).
 
Menurut dia, kebutuhan pendanaan dan mesin bisa dihitung, di mana produksi satu juta ton setahun disesuaikan dengan dengan kebutuhan di sekitar daerah tersebut.

"Kalau satu juta ton antara Rp1,5 triliun-Rp2 triliun, dana nanti kita lihat, karena proyek kita juga banyak, ya normalnya dari internal dan pinjaman," ujar Suparni singkat.
 
Sekadar informasi, perseroan telah mencapai kesepakatan kerja sama (MoU) dengan pemerintah Kabupaten Jayapura untuk membangun pabrik semen terintergrasi dengan kapasitas satu juta ton per tahun.
 
Pada 2 April 2015, MoU ini mempunyai biaya investasi diperkirakan USD150 juta. Pembangunan pabrik semen di Jayapura direncanakan akan dimulai pada 2016 dan dijadwalkan beroperasi pada awal 2019.
 
Diharapkan, pabrik ini dapat memenuhi permintaan kebutuhan semen di Provinsi Papua yang pada 2014 mencapai 800 ribu ton, sekaligus dapat memasok permintaan semen di daerah sekitarnya seperti Maluku serta berpeluang ekspor ke Papua New Guinea.
 
Hasil studi awal yang dilakukan kondisi geografis Jayapura mengindikasikan sesuai dengan rencana perluasan bisnis perseroan, baik dari segi lokasi, ketersediaan bahan baku, potensi efisiensi dalam biaya transportasi dan distribusi, serta rencana pengembangan ke depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan