Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Rupiah Pagi Tertekan ke Rp14.240/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 20 Agustus 2019 09:02
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau melemah tipis dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.237 per USD. Perang dagang yang terus berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok masih tetap memberikan katalis negatif.
 
Mengutip Bloomberg, Selasa, 20 Agustus 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp14.240 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.240 hingga Rp14.257 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.054 per USD.
 
Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat menguat pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena investor mendapat bantuan singkat dari kenaikan hasil obligasi negara AS. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,21 persen menjadi 98,3570 pada akhir perdagangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1081 dari USD1,1095 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2132 dari USD1,2151 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,6765 dari USD0,6781.
 
Sedangkan USD membeli 106,62 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 106,28 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik hingga 0,9812 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9783 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3329 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3269 dolar Kanada.
 
Catatan perbendaharaan AS yang bertanggal panjang dan bertanggal pendek memperlihatkan kenaikan imbal hasil mereka pada Senin, dengan surat utang Pemerintah AS 10 tahun naik hampir 1,61 persen dan imbal hasil surat utang Pemerintah AS dua tahun naik hampir 1,56 persen.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 249,78 poin atau 0,96 persen, menjadi 26.135,79 poin. Indeks S&P 500 bertambah 34,97 poin atau 1,21 persen, menjadi 2.923,65 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 106,82 poin atau 1,35 persen, menjadi 8.002,81 poin.
 
Indeks acuan S&P 500 memulihkan sebagian besar kerugiannya setelah inversi singkat kurva imbal hasil antara surat utang Pemerintah AS dua tahun dan 10 tahun pada Rabu 14 Agustus yang biasanya dipandang sebagai indikator resesi dalam dua tahun ke depan. Setelah jatuh hampir tiga persen pada hari yang sama, S&P 500 telah meningkat selama tiga sesi terakhir.
 
Bank sentral Tiongkok meluncurkan reformasi suku bunga utama pada Sabtu 17 Agustus untuk membantu mengarahkan biaya pinjaman lebih rendah bagi perusahaan. Pada Minggu 18 Agustus, Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz menyatakan bahwa Berlin dapat menyediakan hingga 50 miliar euro (USD55 miliar) pengeluaran tambahan.
 
"Itu adalah cerita positif, dan itu mendorong lingkungan berisiko yang telah bertahan sepanjang hari. Investor senang melihat bahwa negara-negara mengakui risiko di luar sana," kata Kepala Strategi Pasar JonesTrading Michael O'Rourke, di Greenwich, Connecticut.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif