Jasa Marga. Foto : Setkab.
Jasa Marga. Foto : Setkab.

Proyek Hampir Kelar, Penyebab Pendapatan Jasa Marga Turun

Ekonomi jasa marga
Annisa ayu artanti • 05 November 2019 17:16
Jakarta: PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membeberkan penyebab penurunan pendapatan konstruksi pada laporan keuangan kuartal III-2019 karena sebagian besar proyek yang dikerjakan perusahaan hampir selesai.
 
Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mengatakan, sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), pendapatan konstruksi adalah kompensasi untuk jasa yang dilakukan kelompok usaha dalam pembangunan jalan tol baru dan peningkatan kapasitas jalan tol.
 
Pendapatan konstruksi dinilai dengan menggunakan metode cost-plus. Seluruh biaya yang dapat diatribusikan langsung sebagai nilai perolehan aset tambahan dengan margin tertentu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pendapatan konstruksi ini enggak pernah kita sebut karena ini bukan effort Jasa Marga buat berbisnis. Kalau di awal pembangunan pendapatan konstruksinya bagus, nah sekarang progresnya tinggal finishing, jadi pendapatannya turun. Karena proyeknya banyak yang mau jadi," jelas Donny di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa, 5 November 2019.
 
Donny menjelaskan beberapa ruas tol yang sudah selesai konstruksi dan siap untuk dioperasikan adalah ruas tol Kunciran-Serpong, Jakarta Cikampek II Elevated, dan Balikpapan-Samarinda. Artinya, ketika ruas-ruas garapan Jasa Marga selesai, maka pendapatan konstruksi akan turun.
 
"Pada saat pekerjaan (proyek) berkurang, pendapatan konstruksinya akan turun," sebut dia.
 
Dalam laporan keuangan perseroan, pendapatan konstruksi sangat berpengaruh pada penurunan pos pendapatan kuartal III-2019 ini. Tercatat, pendapatan perusahaan pada periode ini turun sebesar 21,45 persen, dari Rp27,38 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp21,51 triliun.
 
Dalam pos pendapatan itu, pendapatan tol dan usaha lainnya mengalami peningkatan dari Rp7,13 triliun menjadi Rp7,95 triliun. Sedangkan, pendapatan konstruksi pada periode ini sebesar Rp13,19 triliun, atau turun dari periode yang sama tahun lalu mencapai Rp20,25 triliun.
 
Namun demikian, perusahaan memproyeksikan pendapatan perusahaan hingga akhir tahun akan meningkat. Peningkatan tersebut didukung oleh momen Natal dan Tahun Baru.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif