"Pertumbuhan kredit yang tumbuh berasal dari kredit investasi dan modal kerja yang disalurkan ke segmen korporasi, komersial, dan Usaha Kecil Menengah (UKM)," kata Presiden Direktur BBCA, Jahja Setiaatmadja, ketika ditemui dalam acara paparan publik kinerja BCA 2014, di Hotel Indonesia Grand Kempinski, Jakarta, Kamis (5/3/2015).
Dia menguraikan, kredit korporasi naik 16,9 persen mencapai Rp120,5 triliun. Sedangkan kredit komersial dan UKM meningkat 9,7 persen menjadi Rp134,2 triliun. Pada tahun lalu, perseroan menahan laju pertumbuhan kredit konsumer dan mencatatkan pertumbuhan yang moderat sebesar 6,1 persen menjadi Rp92,3 triliun.
KPR perseroan juga mengalami pertumbuhan 2,3 persen menjadi Rp54,7 triliun dengan pertumbuhan paling utama terjadi pada kuartal ke IV-2014, setelah empat kuartal sebelumnya mengalami pertumbuhan yang relatif datar.
"Pertumbuhan itu disebabkan langkah BCA dalam mengurangi suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) pada September di tahun lalu," ungkap dia.
Sementara itu, pada tahun lalu kredit kendaraan bermotor naik 8,3 persen menjadi Rp28,9 triliun. Sedangkan outstanding kartu kredit tumbuh 18,5 persen menjadi Rp8,8 triliun.
Perseroan mengambil langkah selalu berhati-hati dalam menyalurkan kredit, lanjut dia, dimana langkah itu tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang rendah sebesar 0,6 persen dengan rasio cadangan sebesar 324,2 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News