Ilustrasi. Foto: dok MI
Ilustrasi. Foto: dok MI

Singapura Darurat Korona, IHSG Diprediksi Tertekan

Ekonomi ihsg Virus Korona
Annisa ayu artanti • 11 Februari 2020 08:53
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih melanjutkan pelemahan akibat minimnya sentimen dalam negeri. Hal ini seiring peningkatan status kewaspadaan terhadap virus korona oleh Singapura.
 
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper menjelaskan Singapura telah meningkatkan level kesiagaan atas penyebaran virus mematikan itu ke level oranye. Peningkatan kewaspadaan ini berdampak pada pergerakan indeks sektoral.
 
IHSG hari ini diprediksi melemah dan diperdagangkan di level support 5.903-5.927 dan resistance 5.986-6.021. "Fokus investor kembali tertuju pada penyebaran virus korona setelah singapura menaikan level siaga. Namun pelemahan diperkirakan terbatas melihat indikator stochastic bergerak di level oversold," jelas Dennies dalam riset hariannya, Selasa, 11 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Analis Pilarmas Investindo Indonesia Maximilianus Nico Demus menjelaskan kekhawatiran dunia terhadap virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok itu terus meningkat.
 
Para ilmuwan khawatir virus tersebut bisa berevolusi menjadi sesuatu yang lebih buruk daripada flu. Apalagi seorang yang pernah bekerja pada wabah SARS 2003, Ian Lipkin mengatakan korona merupakan virus baru.
 
Belum ada ilmuan yang mengetahui penularan virus tersebut secara pasti serta belum memiliki tes diagnostik yang akurat.
 
Indeks harga konsumen (CPI) Tiongkok naik 5,4 persen dari bulan sebelumnya sebesar 4,5 persen. Meningkatnya inflasi tersebut didasari karena harga makanan secara keseluruhan melonjak 4,4 persen bulan ke bulan yang mengangkat indeks sebesar 0,96 poin.
 
Tingginya inflasi ini juga dipengaruhi oleh banyaknya permintaan selama tahun baru imlek. Ditambah adanya wabah virus korona yang telah menumbangkan aktivitas ekonomi Tiongkok.
 
Dampak penyebaran epidemik virus korona memberikan perubahan pola permintaan dan penawaran di Tiongkok. "Harga kemungkinan akan terus meningkat karena pasokan yang lemah, dan Tiongkok kemungkinan akan mengekspor tekanan inflasi global karena permintaan akan turun lebih cepat daripada pasokan Tiongkok," kata Nico.
 
Atas kondisi tersebut, Nico memprediksi IHSG bergerak melemah terbatas dan ditradingkan pada level support-resistance 5.972-6.018.
 
Beberapa saham yang direkomendasikan investor untuk diperhatikan hari ini adalah saham PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Medco Energi International Tbk (MEDC).
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif