Marka wisata Tanjung Lesung yang rusak berat akibat hempasan gelombang tinggi teronggok di Resort Tanjung Lesung, Banten, MInggu (23/12). (FOTO: MI/Susanto)
Marka wisata Tanjung Lesung yang rusak berat akibat hempasan gelombang tinggi teronggok di Resort Tanjung Lesung, Banten, MInggu (23/12). (FOTO: MI/Susanto)

Pabrik Chandra Asri Berjalan Normal Pascatsunami

Ekonomi chandra asri petrochemical Tsunami di Selat Sunda
Annisa ayu artanti • 24 Desember 2018 11:30
Jakarta: Pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) tetap berjalan dan beroperasi normal pascaterjadinya gelombang tsunami di kawasan Pantai Anyer, dan sekitarnya pada Sabtu, 22 Desember 2018 pukul 21.27 WIB.
 
Presiden Direktur TPIA Erwin Ciputra mengatakan setelah pendataan, kerusakan yang terjadi akibat terjangan gelombang air laut, hanya berdampak minor pada beberapa fasilitas pabrik.
 
"Saat ini, pihak manajemen CAP, saat inl tengah mendata karyawan dan keluarga. Tidak ada karyawan perusahaan yang menjadi korban jiwa," kata Erwin di Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erwin juga mengucapkan belasungkawa dan keprihatinan terhadap musibah yang terjadi di Anyer dan sekitarnya.
 
"Kami berkomitmen akan terus membantu pemerintah daerah dan masyarakat untuk kembali pulih dari bencana ini," tukas Erwin.
 
Tsunami menerjang laut Anyer, Banten, dan Lampung Selatan, Sabtu malam, 22 Desember 2018 sekitar pukul 21.00 WIB.
 
Tsunami diperparah dengan adanya fenomena gelombang tinggi lantaran bulan Purnama. Sabtu, 22 Desember 2018 tsunami menyapu kawasan Anyer dan Lampung. Hingga Senin, 24 Desember 2018 sebanyak 281 orang meninggal akibat tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Banten. Sementara 57 orang masih dicari.
 
Sedangkan 1.061 orang terluka dan 11.687 penduduk pengungsi. Korban ditemukan di lima kabupaten di Banten dan Lampung.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif