Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Waskita Beton Bukukan Kontrak Baru Rp6,51 Triliun

Ekonomi waskita beton precast
Dian Ihsan Siregar • 21 Desember 2018 19:33
Jakarta: PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp6,51 triliun hingga pertengahan Desember 2018. Kontrak ini setara 99,2 persen dari target nilai kontrak baru sebesar Rp6,56 triliun sepanjang 2018.
 
Direktur Pemasaran & Engineering Waskita Beton Precast Agus Wantoro menyatakan perusahaan optimistis akan mencapai target NKB di 2018 ini. Perolehan kontrak baru WSBP berasal dari proyek internal sebesar 63 persen yaitu proyek jalan tol Cibitung-Cilincing dan proyek lainnya.
 
"Sedangkan proyek yang berasal dari eksternal sebesar 37 persen, antara lain proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai, Bandara Kulonprogo, proyek pelabuhan Patimban, dan proyek lainnya," ucap Agus dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus mengaku perusahaan terus konsisten dalam menambah kapasitas produksi, juga dibarengi dengan pengembangan produk baru, antara lain rumah precast, tiang listrik beton, dan bantalan kereta api. Strategi dan keseriusan WSBP untuk pengembangan produk merupakan bagian komitmen dari strategi WSBP untuk mengembangkan pasar eksternal yang diharapkan terus meningkat dengan target kontribusi 40 persen di 2019.
 
Peningkatan kontribusi pasar eksternal, kata dia, salah satunya melalui pengembangan produk baru tersebut di atas. WSBP juga menjaga sinergi dengan Grup Waskita untuk proyek-proyek yang bersifat pengembangan bisnis serta pengembangan produk lainnya.
 
"Ke depannya, WSBP akan tetap mempertahankan kinerja yang sudah baik di 2018 ini. Di mana kinerja WSBP tetap lebih tinggi dibandingkan kompetitor," sebut Agus.
 
Direktur Keuangan WSBP Anton YT Nugroho sebelumnya menyebutkan bahwa cashflow operasional perusahaan membukukan kinerja yang positif sebesar Rp1,1 triliun pada 2018, dibandingkan minus Rp2,4 triliun pada 2017 dan pada 2016 minus Rp3 triliun.
 
Menurut Anton, cashflow operasional yang positif ini menjadi modal yang kuat bagi WSBP pada 2019. Ini disebabkan karena rasio posisi utang berbunga terhadap modal WSBP sebesar 0,77x, masih jauh dari batas yang ditentukan sebesar 2,5x.
 
"Dengan ekuitas sebesar Rp7,45 triliun per September 2018, itu berarti WSBP masih memiliki kapasitas ruang pendanaan yang besar," ujar Anton.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif