Ilustrasi. MI/ADAM DWI
Ilustrasi. MI/ADAM DWI

Akhir Pekan IHSG Diramal Masih Tertekan

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 29 November 2019 09:06
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan tertekan pada akhir pekan ini. Selain katalis global, aksi panik investor regional terhadap redemptions reksa dana turut menjadi faktor pelemahan. Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok juga tetap memberikan tekanan tersendiri.
 
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan pada perdagangan kemarin investor regional panik karena efek domino dari gagal bayar beberapa institusi aset managemen. Sedangkan dari sisi global, Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang yang mendukung demonstran di Hong Kong.
 
Langkah itu akhirnya meningkatkan kekhawatiran tentang prospek kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Atas kondisi itu, Lanjar memprediksi, pergerakan IHSG hari ini masih tertekan dan semakin melemah lantaran berpeluang menyentuh level 5.890.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada akhir pekan kami memperkirakan IHSG masih akan tertekan dengan support-resistance 5.892-6.000," sebut Lanjar, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 29 November 2019.
 
Pada akhir pekan ini, investor masih terfokus pada berita mengenai gagal bayar dan panic redemption dari beberapa institusi. Sedangkan dari data ekonomi, investor akan memerhatikan data-data ekonomi negara Eropa seperti rilisnya data penjualan ritel dan tingkat pengangguran di Jerman dan rilis Produk Domestik Bruto (PDB) di Prancis dan Italia.
 
Adapun beberapa saham yang bisa dicermati investor hari ini adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telekomunkasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP).
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif