Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) (Persero) Vidjongtius. Medcom/Arif.
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) (Persero) Vidjongtius. Medcom/Arif.

Kalbe Optimistis Presiden Terpilih Bawa Aura Positif

Ekonomi kalbe farma
Ilham wibowo • 22 Mei 2019 15:59
Jakarta: Presiden Joko Widodo yang terpilih kembali pada periode 2019-2024 diyakini bakal memberikan dampak pertumbuhan lebih tinggi pada industri farmasi. Program sektor kesehatan akan terus dilaksanakan seiring dengan terpilihnya beliau.
 
"Saya yakin Pak Jokowi yang sudah terpilih ini beliau akan meneruskan program dan malah akan meningkat sehingga kontribusi kepada masyarakat secara total itu akan baik," kata Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) (Persero) Vidjongtius ditemui di kantornya, Pulomas, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Vidjongtius memastikan Kalbe siap menghadapi tantangan dunia farmasi nasional. Kualitas produk, kapasitas produksi maupun distribusi telah difokuskan untuk bisa terus meningkat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah kita sebagai industri kita siap untuk meningkatkan tidak hanya pertahankan kapasitas produk. Kami siapkan pertumbuhan produksi dan juga distribusi," ungkapnya.
 
Peningkatan juga dilakukan disektor inovasi produk yang dikolaborasikan dengan perusahaan farmasi berstandar internasional. Penguatan bahan baku lokal untuk membangun pabrik baru di kawasan Cikarang untuk mengurangi ketergantungan impor.
 
"Banyak riset dan pengengenbangan serta transfer teknologi, kami kolaborasi dengan pemain ahli seperti patner dari Tiongkok dan Korea Selatan. Pabrik sudah siap, diharapkan secara fisik akhir tahun ini mulai komersial produksi," paparnya.
 
Vidjongtius yakin bahwa kinerja perusahaan pada tahun ini lebih baik dibandingkan pada 2018. Kalbe menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih sebesar enam sampai delapan persen pada tahun ini. Sedangkan pada tahun lalu capaian perusahaan hanya sebesar empat persen.
 
Prospek ekonomi pada tahun ini diyakini lebih baik ketimbang tahun lalu. Selain hasil suara presiden terpilih, kondisi mata uang dolar AS yang tak sekuat tahun lalu karena ada sinyal The Fed akan mempertahankan atau menurunkan tingkat suku bunganya.
 
Ia menekankan bahwa yang paling penting adalah kestabilan kondisi politik dan ekonomi pascapemilu. Ketika kondisi ekonomi stabil maka baik perusahaan besar dan kecil akan aktif kembali berbisnis dan memutar roda ekonomi.
 
"Market share kami untuk obat bebas 8-9 persen, susu sekitar 12-13 persen. Total masih di belasan persen. Porsi market share kami tak banyak berubah dibandingkan tahun lalu," jelas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif