NEWSTICKER
Ilustrasi Investasi. Foto : Medcom.
Ilustrasi Investasi. Foto : Medcom.

Pekan Lalu Reksa Dana Pendapatan Paling Cuan

Ekonomi reksa dana
Arif Wicaksono • 27 Januari 2020 20:08
Jakarta: Kinerja reksa dana pendapatan tetap masih menjadi jawara sepekan lalu. Dalam data Infovesta reksa dana pendapatan tetap naik 0,84 persen. Sementara reksa dana saham minus 1,48 persen dan reksa dana campuran minus 1,48 persen. Reksa dana pasar uang hanya naik 0,09 persen. Bahkan return reksa dana pendapatan tetap di atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dalam sepekan minus 0,76 persen.
 
Dikutip dari riset Infovesta, Senin, 27 Januari 2020, reksa dana pendapatan tetap merupakan jenis reksa dana yang menginvestasikan minimal 80 persen dari aktivanya ke dalam bentuk efek utang atau obligasi dengan tujuan untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil dengan risiko relatif lebih besar daripada reksa dana pasar uang.
 
Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap yang cukup tinggi didukung oleh peningkatan tingkat suku bunga acuan BI 7 day repo rate sebanyak empat kali dari enam persen menjadi lima persen di 24 Oktober 2019. Hal ini menyebabkan yield yang diharapkan investor turun dan mengakibatkan kenaikan harga obligasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama 2019, yield dari Surat Berharga Negara atau SBN terus mengalami penurunan dan mencetak angka terendah di bawah tujuh persen dari April 2018 yang disebabkan oleh ketidakpastian keadaan makroekonomi seperti perang dagang antara AS dan Tiongkok.
 
Hingga 2020, tepatnya 15 Januari 2020, AS dan Tiongkok telah menandatangani perjanjian dagang fase pertama. Tensi yang mereda ini menyebabkan kondisi pasar kembali kondusif dengan arus investasi investor asing yang meningkat dibandingkan akhir tahun lalu yang tercermin dari SBN yang dimiliki oleh asing meningkat sebesar 0,54 persen dari 38,57 menjadi 39,11 persen.
 
Selanjutnya, The Fed juga belum memberikan sinyal akan adanya penurunan tingkat suku bunga lebih lanjut. Selain itu, dengan tingkat inflasi yang masih terjaga di angka 2,72 persen per Desember 2019 maka belum ada indikasi Bank Indonesia akan meningkatkan suku bunga.
 
Dengan tren suku bunga yang masih stabil dimana Bank Indonesia tetap mempertahankan 7 Days reverse repo di lima persen per tahun hingga Desember 2019, maka instrumen berbasis obligasi masih berpotensi mencetak kinerja positif namun terbatas tidak seperti tahun lalu dengan perkiraan penurunan tingkat suku bunga hanya sebanyak dua kali di 2020.
 
Selain itu, dampak dari penurunan suku bunga sebanyak empat kali di 2019 akan mulai berdampak secara langsung ke dalam sektor riil sehingga harga saham juga sudah mulai bergerak kembali.
 
Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap melalui Infovesta Fixed Income Fund Index selama 2019 lalu mencatatkan return positif mencapai 8,997 persen dan merupakan jenis Reksa Dana dengan return tertinggi dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif