Garuda Indonesia. Foto : MI/Sumaryanto.
Garuda Indonesia. Foto : MI/Sumaryanto.

Tak Semua Tiket Garuda Indonesia Diskon 50%

Ekonomi bumn Garuda Indonesia
Antara • 03 Maret 2020 13:53
Tanjungpinang: Maskapai Garuda Indonesia menyatakan tidak semua tiket penumpang rute Tanjungpinang-Jakarta mendapat diskon 50 persen, seperti yang digaungkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau.
 
Namun, pimpinan Garuda Tanjungpinang, Laila, yang dikonfirmasi Antara di Tanjungpinang, Selasa, 3 Maret 2020, memastikan harga tiket Pesawat Garuda menurun. "Coba lihat di Traveloka, harga tiket Garuda memang turun, memang tidak semua turun 50 persen," katanya.
 
Penurunan harga tiket dipengaruhi sejumlah faktor seperti kursi yang terisi, dan hari biasa atau libur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Fluktuatif perubahan harganya, tergantung permintaan, dan hari," ucapnya.
 
Anggota DPRD Kepri daerah pemilihan Tanjungpinang, Rudy Chua, mengatakan harga tiket pesawat Garuda rute Tanjungpinang-Jakarta masih tinggi padahal Kementerian Perhubungan memberi subsidi sebesar 50 persen untuk meningkatkan wisatawan nusantara.
 
Dia memantau bahwa sejak beberapa hari lalu hingga hari ini, harga tiket Pesawat Garuda masih di atas Rp1,4 juta. Hari ini dan besok, kata dia, harga tiket pesawat Garuda Rp1,6 juta, sementara pada lusa Rp1,5 juta. Sedangkan Kamis dan Jumat pekan ini Rp1,4 juta.
 
"Memang ada pemotongan harga tiket pesawat sekitar Rp200 ribu. Contohnya, harga tiket pesawat Rp1,6 juta menjadi Rp1,4 juta. Harga ini, sama saja seperti harga sebelum diberikan diskon dari subsidi pemerintah," katanya, yang juga anggota Komisi II DPRD Kepri.
 
Rudy mengaku banyak warga yang merasa kecewa setelah mengetahui harga tiket pesawat tidak mengalami perubahan, meski digaungkan Dinas Pariwisata Kepri dan Kemenhub bahwa harga tiket pesawat dari Tanjungpinang menuju Jakarta, contohnya, menurun sebesar 50 persen.
 
"Kalau pesawat lainnya seperti Lion dan Sriwijaya sejak beberapa bulan lalu harganya relatif murah, padahal milik swasta," tuturnya.
 
Seharusnya, tiket pesawat yang dijual perusahaan milik negara itu tidak mencapai Rp2 juta jika disubsidi sebesar 50 persen.
 
Dari kondisi itu, Rudy menduga ada dua persoalan yang terjadi sehingga potensial tidak mendorong wisatawan nusantara berkunjung ke Tanjungpinang yakni permainan di perusahaan penerbangan itu dan yang kedua kebijakan pemotongan harga tiket hingga 50 persen hanya sebatas wacana, belum direalisasikan.
 
"Kami khawatir juga kebijakan yang dilakukan Kemenhub itu tidak dikawal atau diawasi," ujarnya.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif