NEWSTICKER
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom.id.
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Medcom.id.

Kasus Jiwasraya Berdampak Negatif ke Investor Pasar Modal

Ekonomi Jiwasraya
Desi Angriani • 09 Januari 2020 19:21
Jakarta: Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kasus Jiwasraya berdampak negatif terhadap investor di pasar modal. Pasalnya, bursa saham sempat terguncang setelah asuransi pelat merah itu diketahui melakukan rekayasa akuntansi untuk mempercantik laporan keuangannya.
 
"Kemarin bursa melemah karena orang enggak ada yang percaya, akhirnya investasi lagi di tempat lain," kata Erick ditemui di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Erick menjelaskan kepercayaan investor terhadap industri asuransi Tanah Air harus dikembalikan. Pemerintah, katanya, sudah menyiapkan skenario untuk mengembalikan dana nasabah Jiwasraya yang raib.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satunya melakukan holding BUMN asuransi agar terjadi cash flow sebesar Rp1,5 triliun. Dari jumlah itu, pemerintah akan membayar dana nasabah secara bertahap.
 
"Kita enggak mau dianggap BUMN melarikan diri walaupun terjadi di 2006. Apa yang terjadi dulu dan sekarang saya yakin pemerintah selalu mencarikan solusi," jelasnya.
 
Sementara itu, BKPM memastikan kasus gagal bayar yang membelit PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tidak akan mengganggu iklim investasi di Indonesia. Pasalnya, kasus tersebut murni terkait penggelapan dana yang dilakukan sejumlah oknum.
 
Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo menjelaskan iklim investasi dibangun oleh negara dan pemerintahan yang cakupannya jauh lebih besar dibandingkan investasi Jiwasaraya.
 
"Pengelolaan negara saat ini sangat pruden. Sedangkan di Jiwasaraya ada praktik yang tidak pruden secara mikro. Jadi, terlalu jauh bila dikaitkan dengan iklim investasi," ujar Rizal dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Rizal menambahkan investasi di asuransi pelat merah tersebut tidak berdampak sistemik terhadap industri asuransi di Tanah Air. Di sisi lain, investasi yang dikelola oleh BKPM berada di sektor riil baik investasi langsung berupa Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
 
"Jadi, risikonya langsung dikontrol oleh yang punya modal, berbeda dengan investasi di asuransi, pasar modal dan keuangan, serta obligasi lainnya," tambah dia.
 
Jiwasraya melakukan rekayasa laporan keuangan sejak 2006. Asuransi pelat merah itu banyak menempatkan dana investasi di saham-saham gorengan. Sebanyak 95 persen dana investasi Jiwasraya ditempatkan di saham 'sampah'.
 
Berdasarkan dugaan awal, total dana yang diinvestasikan di saham gorengan tersebut mencapai Rp5,7 triliun atau 22,4 persen dari total investasi Jiwasraya.
 
Tidak hanya itu, 98 persen dari dana investasi di reksa dana atau senilai Rp14,9 triliun dititipkan pengelolaannya kepada perusahaan-perusahaan manajer investasi dengan kinerja buruk. Demi mengusut kasus Jiwasraya, Kejagung telah mencekal 10 orang. Mereka adalah, HR, DA, HP, NZ, DW, GL, ER, HD, BT, AS.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif