Baca: Gubernur Tunggu Salinan Putusan MA soal Pabrik Semen di Rembang
Usai keputusan tersebut, saham Semen Indonesia langsung mengalami penurunan. Mengutip data YahooFinance, saham perseroan sudah mengalami penurunan sebesar Rp3.025 per saham ke posisi Rp9.975 per saham, dari pembukaan perdagangan Rp13.000 per saham.
Sebelum keputusan MA, gerak saham SMGR sempat ke posisi tertinggi Rp10.350 per saham. Saham perseroan pun ditutup ke level Rp10.000 atau melemah Rp300.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, dampak keputusan MA bagi SMGR akan mempengaruhi kinerja bisnis. Sehingga sentimen negatif membayangi kinerja saham perseroan.
Untuk mengantisipasi keadaan tersebut, diakui Reza, perseroan harus mengalihkan pembiayaan investasi ke pabrik lainnya. Hal ini agar dampak negatifnya tidak terlalu besar bagi perseroan hingga saat ini.
"Kalau secara riil, tergantung manajemen, kalau bisa dialihkan ke pabrik lain mungkin bisa untuk menyeimbangi. Kalau bisa seperti itu, mungkin produksinya tidak akan direvisi," ungkap Reza kepada Metrotvnews.com, Kamis (11/10/2016).
Pabrik semen di Rembang berdiri di atas lahan seluas 55 hektare (ha) dengan luasan tambang mencapai 450 ha. Adapun nilai investasi untuk pabrik di Rembang mencapai Rp4,45 triliun. Produksi pabrik semen Rembang yang rencananya akan beroperasi di 2017 ini untuk memenuhi kebutuhan semen di Jateng dan Jabar.
Sementara itu, Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menambahkan, efek penurunan saham SMGR tidak akan berlangsung lama. Dia mengaku tidak bisa memperkirakan dampaknya terkait naik atau turunnya saham. "Saya tidak bisa perkirakan begitu saja," pungkas Satrio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News