Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Pergerakan Saham Grup Bakrie belum Fundamental

Ekonomi bakrie bakrie & brothers
16 Januari 2018 11:02
Jakarta: Saham-saham Grup Bakrie terlihat bergerak dalam beberapa hari belakangan ini setelah terjadinya aksi korporasi oleh PT Energi Mega Persada (ENRG) pada pekan lalu, yaitu menukar utang dengan saham senilai Rp437 miliar.
 
Saham ENRG yang stagnan sebulan terakhir pada level Rp86-Rp97 per saham, melonjak menjadi 126 per lembar saham atau naik sekitar 29,896 poin pada Kamis, 11 Januari 2018. Kenaikan bahkan terus berlanjut pada perdagangan Jumat, 12 Januari 2018 menjadi Rp132 atau naik 4,76 persen dan berlanjut lagi ke level Rp137 pada perdagangan kemarin.
 
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), yang sebelumnya stagnan di level Rp70-Rp73 di awal tahun, sempat menyentuh level tertingginya Rp90 per saham pada Kamis 11 Januari 2018 meski akhirnya kini bertengger pada posisi level Rp81.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal serupa juga terjadi pada PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP). Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) pun seperti bangun dari tidur.
 
Setelah sejak Juni 2017 masuk golongan saham gocap, atau saham yang tidak bergerak dari harga Rp50 per lembar, dia menunjukkan 'denyutnya' dan sempat menyentuh harga Rp59 per saham pada Kamis 11 Januari 2018 dan kemudian ditutup pada level Rp54.
 
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyampaikan pergerakan itu tidak selalu fundamental, tetapi hanya karena berita dan sentimen.
 
"Pergerakan terjadi karena sentimen dari kondisi internal dan rencana aksi korporasi. Belum tentu juga ini mencerminkan kinerja perusahaan membaik. Namanya juga ada sentimen, tentunya akan dimanfaatkan untuk ambil posisi," ungkap Reza saat dihubungi, kemarin
 
Karena itu, pergerakan saham-saham yang sebelumnya tertidur di level Rp50 dan stagnan masih harus diwaspadai. "Masalahnya kita kan tidak tahu siapa-siapa saja yang menggerakkan saham tersebut," tandasnya.
 
Sementara itu, seperti dikutip dari Antara, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin ditutup menguat sebesar 12,13 poin seiring dengan aksi beli investor asing.
 
IHSG BEI ditutup menguat 12,13 poin atau 0,19 persen menjadi 6.382,19, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,15 poin (0,14 persen) menjadi 1.084,08.
 
Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan investor asing yang melanjutkan aksi beli menjadi salah satu faktor yang menjaga IHSG bergerak pada area positif. (Media Indonesia)
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif