Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni, memaparkan sudah mempersiapkan lahan sebanyak 1.548 hektare (ha) untuk membuat pabrik berkapasitas tiga juta ton yang rencananya akan groundbreaking di 2016.
"Sudah ada mitra joint venture-nya. Kita tidak boleh bongkar dulu namanya," kata Suparni, dalam acara Sinergi BUMN untuk Transformasi Indonesia, di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta, Kamis (10/12/2015).
Untuk pembagian kepemilikannya, Suparni mengungkapkan Semen Indonesia memegang kepemilikan mayoritas dan untuk pendanaan pembangunan pabrik akan dilakukan secara patungan yakni sekitar 40 persen dan 50 persen atau 50 persen dan 50 persen.
"Kita sangat mayoritas. Dari investor sana kecil. Ya sedang finalisasi. Pendanaannya pun campuran, 40-50 atau 50-50," ujar dia.
Suparni juga menuturkan, hasil dari produksi di pabrik ini nantinya akan dibagi menjadi untuk kebutuhan domestik dan ekspor.
"Dibagi dua, ada domestik dan ekspor. Ekspor ke utara dan barat, ke Myanmar, Bangladesh, dan kawasan Asia," ucap dia.
Sementara itu, sebagai upaya melebarkan sayap perusahaan, perseroan akan mengembangkan di sektor downstream industri yang akan dilakukan melalui sinergi dengan perusahaan BUMN yang dilakukan melalui joint venture. Contohnya adalah seperti pembuatan pabrik beton precast dan redimen konkrit.
"Kita downstream industri, misalkan di beton precast dan redimen konkrit. Kita akan sinergi dengan BUMN, bikin joint venture. Kita pasok semennya," ungkap dia.
Dia menuturkan, kerja sama ini juga akan bersinergi dengan BUMN Karya seperti Wijaya Karya, Wakita Karya, dan Adhi Karya.
"Harapannya tahun depan. Lebih cepat lebih baik. Joint venture-nya kepemilikan kita minoritas, kita cuman salurkan semen saja. Mereka kontraktornya," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News