Pinjaman tersebut berbentuk dukungan export credit agency (ECA) dari Negara Jerman untuk pembangunan proyek Hot Strip Mill ke-2 (HSM#2). Demikian seperti disampaikan manajemen perseroan, dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/5/2015).
Sebelumnya, perseroan telah memperoleh persetujuan dari Tim Pinjaman Komersial Luar Negeri Republik Indonesia terkait dengan rencana pinjaman dari luar negeri tersebut.
Persetujuan tersebut menunjukkan dukungan dari Pemerintah Indonesia terhadap perseroan untuk terus mendukung pembangunan dan pengembangan industri baja dalam negeri.
Proyek HSM#2 ini bertujuan untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar Baja Lembaran Panas (Hot Rolled Coil/HRC) di dalam negeri dan sekaligus mempertahankan pangsa pasar perseroan.
Kemudian meningkatkan daya saing produk, serta memenuhi kebutuhan pasar domestik terutama untuk produk baja-baja lembaran panas. Pabrik ini berlokasi di kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon yang didukung dengan ketersediaan utiliti dan infrastruktur yang lengkap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News