Ilustrasi Bank Indonesia. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Ilustrasi Bank Indonesia. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Bank Indonesia Jaga Aset Rupiah Tetap Menarik

Ekonomi bank indonesia kurs rupiah
18 September 2018 08:53
Jakarta: Bank Indonesia (BI) berjanji akan menjaga disparitas suku bunga (differensial interest rate) domestik dengan negara-negara maju dan berkembang agar instrumen berdenominasi rupiah tetap mampu menarik portofolio asing.
 
Hal itu ditegaskan Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di Jakarta, Senin, 17 September 2018, menyikapi keputusan agresif bank sentral Turki menaikkan suku bunga acuannya hingga 625 basis poin menjadi 24 persen pada Kamis, 13 September 2018.
 
"Yang penting berikutnya bagaimana menjaga modal masuk, karena bagaimanapun defisit (transaksi berjalan) perlu pembiayaan dan akan tertutupi kalau misalnya aliran modal masuk kita tidak saja dari investasi asing langsung, tapi juga investasi portofolio. Itu pen-tingnya menjaga perbedaan suku bunga," ujar dia seperti dikutip dari Antara.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat disinggung apakah BI akan turut menaikkan suku bunga acuan 7-day reverse repo rate pada Rapat Dewan Gubernur BI, 26-27 September 2018, Dody tak menjawab spesifik. Dia hanya menegaskan BI akan mempertimbangkan semua faktor eksternal dan domestik.
 
"Kita punya banyak faktor data-data yang kita lihat bagaimana perkembangan domestik, perkembangan di luar negeri dilihat. Jadi, tidak serta-merta suku bunga The Fed naik kita juga menaikkan suku bunga BI. Lalu tidak serta-merta Turki naikkan suku bunganya, kita juga menaikkan," katanya.
 
Selain Turki, negara lain yang juga diperkirakan ikut menaikkan suku bunga antara lain Kanada dan Swedia pada kuartal keempat 2018, dan Amerika Serikat pada September dan Desember 2018.
 
Karena itu, BI berkomitmen menerapkan kebijakan yang antisipastif dengan jargon front loading, preemptive, dan ahead of the curve. Fundamen ekonomi domestik, kata Dody, juga menunjukkan perbaikan saat ini.
 
Defisit neraca perdagangan Agustus 2018 yang sebesar US1,02 miliar sudah jauh menurun ketimbang Juli 2018 yang sebesar USD2,03 miliar. Kemarin, nilai tukar rupiah bergerak melemah 70 poin menjadi Rp14.871 per USD dari posisi sebelumnya Rp14.801 per USD.
 
Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia melemah 107,02 poin seiring dengan ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. (Media Indonesia)
 

(AHL)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif