Ilustrasi. Layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Antara/Indrianto Eko Suwarso.
Ilustrasi. Layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Antara/Indrianto Eko Suwarso.

Lepas Saham, Itama Ranoraya Bidik Rp150 Miliar

Ekonomi emiten ipo
Husen Miftahudin • 13 September 2019 03:27
Jakarta: PT Itama Ranoraya bakal melepas saham perdananya sebanyak-banyaknya 400 juta lembar saham dengan nominal Rp50 setiap saham atau sebanyak-banyaknya 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah penawaran umum.
 
Harga penawaran saham Initial Public Offering (IPO) Itama Ranoraya berkisar antara Rp315 hingga Rp375 per saham. Oleh karena itu Itama Ranoraya menargetkan perolehan dana segar dari penawaran umum perdana sekitar Rp126 miliar hingga Rp150 miliar.
 
Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 11-18 September 2019, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan pada 27 September 2019, dan masa penawaran umum pada 1-4 Oktober 2019. Sedangkan pencatatan perdana (listing) saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 10 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama Itama Ranoraya Teten W. Setiawan mengatakan langkah perusahaan untuk go public ditopang rasa optimistis lantaran sudah berjibaku di industri alat kesehatan selama lebih dari 10 tahun.
 
"Perusahaan juga didukung dengan tim manajemen berpengalaman dalam industri peralatan kesehatan, sehingga perseroan dapat bertahan dan terus berkembang," ujar Teten dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 12 September 2019.
 
Teten menerangkan perusahaan juga telah memperoleh beberapa pencapaian melalui kerja sama dengan pemerintah seperti pengadaan alat suntik dan reagensia ke Kementerian Kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI).
 
"Memenuhi kebutuhan reagensia screening darah untuk Palang Merah Indonesia, memenuhi kebutuhan ADS untuk BKKBN Dinas Kesehatan Daerah, rumah sakit, puskesmas, dan apotek. Memenuhi kebutuhan bahan habis pakai terumo bct di klinik spesialis," pungkas Teten.
 

(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif