Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.

Reksa Dana Fintech Bisa Jadi Pilihan Investasi Nasabah Kaya

Ekonomi reksa dana fintech
Nia Deviyana • 10 September 2019 10:47
Jakarta: Mengelola kekayaan nasabah kaya atau High Net-Worth Individuals (HNWI) dinilai cukup kompleks. Apalagi saat ini ada banyak pilihan produk investasi.
 
CEO Bareksa.com Karaniya Dharmasaputra mengatakan produk investasi yang ditawarkan perusahaan financial technology (fintech) bisa menjadi pilihan.
 
"Saat ini, alat untuk berinvestasi tidak lagi terbatas pada wujud fisik seperti tanah, properti, atau emas, tetapi juga obligasi (surat utang), saham, reksa dana, bahkan bentuk-bentuk pendanaan (funding) yang kerap ditawarkan oleh perusahaan fintech," ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa, 10 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami rasa sudah saatnya Nasabah HNWI juga mempertimbangkan alternatif investasi dari perusahaan fintech," imbuhnya.
 
Senada dengan Karaniya, CEO Jagartha Advisors FX Iwan juga menyatakan perlunya keterbukaan bagi investor kaya terhadap lebih banyak opsi untuk berinvestasi.
 
Menurut Iwan, produk-produk investasi, khususnya reksa dana dari perusahaan fintech memiliki peluang optimalisasi aset yang sama besarnya dengan produk yang dipasarkan oleh agen perbankan, sekuritas atau asset management.
 
"Selain itu keunggulan fintech terletak pada kecepatan, akurasi, dan pilihan produk Reksa Dana yang lebih banyak dengan data historis yang bisa diakses secara real-time lewat sistem aplikasi," jelas dia.
 
Secara spesifik, jika dilihat dari preferensinya, kelompok HNWI setidaknya memiliki tiga faktor pendorong dalam berinvestasi.
 
Dilansir dari Global Family Business Survey oleh KPMG, faktor yang pertama ialah apresiasi modal jangka panjang. Hal tersebut merupakan kenaikan nilai aset berdasarkan kenaikan harga pasar. Investasi yang ditargetkan untuk apresiasi modal cenderung memiliki resiko lebih besar. Sehingga diperlukan penyedia jasa investasi yang memiliki kemampuan dalam pemahaman apresiasi modal.
 
Selain memiliki izin sebagai WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana), fokus layanan juga menentukan pengetahuan tenaga mengenai investasi. Hal ini penting untuk memastikan investor mendapatkan edukasi dan pemahaman yang tepat.
 
"Seperti misalnya bank yang juga menjual produk investasi lainnya seperti Deposito, Tabungan, Bancassurance, Foreign Exchange. Hal ini berarti fokus tenaga akan terbagi dan pilihan produk investasi pasar modal yang ditawarkan terbatas. Sehingga pemahaman terhadap produk dan situasi pasar tidak lebih baik dibandingkan agen penjual khusus yang hanya berfokus pada investasi dan pasar modal saja seperti Bareksa Prioritas yang juga menggandeng Jagartha Advisors sebagai penasihat investasi independen," papar dia.
 
Yang kedua adalah pendapatan (current income) yang merupakan penghasilan periodik yang diterima investor dari kepemilikan suatu investasi. Hal ini berkaitan dengan pemeliharaan portfolio oleh investor. Khususnya HNWI yang menanamkan modal dengan jumlah besar tentu mengharapkan pendapatan maksimal.
 
Pertimbangan ketiga yakni terdapat diversifikasi portfolio. Sesuai dengan pepatah "don't put your eggs in one basket", investor perlu bijaksana dalam mendiversifikasi portfolio agar tujuan investasinya tercapai.
 
"Memilih agen investasi yang dilengkapi dengan beragam portfolio dan jasa penasihat investasi sangat berperan untuk membantu investor dalam menentukan porsi portfolio," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif