BEI Minta Penjelasan Sari Roti soal Denda Rp2,8 Miliar

Annisa ayu artanti 29 November 2018 12:47 WIB
beinippon sari roti
BEI Minta Penjelasan Sari Roti soal Denda Rp2,8 Miliar
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Yetna. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) masih meminta penjelasan tambahan dari PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) mengenai denda dari Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) sebesar Rp2,8 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Nyoman Yetna mengatakan bursa telah melakukan kajian dari tanggapan produsen Sari Roti tersebut yang dipublikasikan dalam keterbukaan informasi BEI. Dalam pernyataannya, manajemen ROTI mengatakan belum mendapat salinan resmi dari putusan KPPU mengenai denda Rp2,8 miliar tersebut.

Oleh karena itu, bursa meminta perusahaan menjelaskan kembali mengenai rencana yang akan dilakukan untuk mendapatkan salinan putusan dan rencana apa yang akan dilakukan perusahaan.

"Kalau kita dari bursa lebih banyak menanyakan dalam hal salinan sudah akan diterima, what's next? What's next-nya kan mereka mengajukan keberatan," kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Kamis 29 November 2018.

Selain itu, Nyoman menjelaskan, pihak bursa juga akan meminta penjelasan kepada manajemen ROTI mengenai alasan dan rencana pengajuan keberatan. Hal itu dinilainya perlu dilakukan karena publik harus mengetahuinya.

"Mengenai keberatan itu kita lihat dari segi time frame. Berapa lama pengajuan keberatan tersebut, dan setelah keberatan itu disampaikan tentunya dari publik ingin mengetahui kapan keberatan itu akan diproses, dan ujungnya seperti apa," jelas Nyoman.

Sementara mengenai suspensi, Nyoman menekankan bursa belum akan melakukan suspensi kepada perusahaan tersebut. Sebab, suspensi dilakukan jika suatu emiten bermasalah dengan hukum dan finansial.

"Kasus ROTI ini kasus yang di luar dari konteks (penyebab suspensi)," pungkas dia.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id