Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara. FOTO: Medcom.id/Hendrik Simorangkir.
Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara. FOTO: Medcom.id/Hendrik Simorangkir.

Gandeng KPK, Garuda Perbaiki Citra Perusahaan

Ekonomi garuda indonesia
Hendrik Simorangkir • 13 September 2019 19:16
Tangerang: Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan akan memperbarui citra perseroan sebagai akibat dari isu yang sempat beredar.
 
Hal tersebut lantaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan VP Treasury Management Garuda Indonesia Albert Burhan sebagai saksi tersangka Emirsyah Satar terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls-Royce di tubuh perseroan.
 
"Ini juga cukup bagus, dengan manajemen sekarang Dewan Komisaris dan Dewan Direksi ingin memperbaiki citra kita," ujar Ari kepada Medcom.id, Jumat, 13 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ari menuturkan, sepatutnya Garuda Indonesia menjadi perusahaan penerbangan yang harus dicontoh oleh maskapai lainnya.
 
"Harusnya kita (Garuda Indonesia) yang jadi suatu kebanggaan dan sudah menjadi kebanggan perusahaan nasional global. Sekarang ini kita ingin membangunkan semua Garuda grup. Kita minta KPK untuk me-refresh teman-teman di sini," katanya.
 
Untuk itu, pihaknya pun menyelenggarakan forum Profesional Berintegritas (Profit) dan Sosialisasi Program Pengendalian Gratifikasi yang bekerja sama dengan KPK.
 
Ari menjelaskan sosialisasi tersebut bertujuan untuk mengembalikan dan menciptakan citra bebas korupsi pada perusahaan atau maskapai milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tersebut.
 
"Kerja sama kita dengan KPK untuk menggelar acara ini cukup bagus, karena dengan hal ini kita bisa memperbarui citra Garuda yang saat ini sedang ada masalah sekarang," tuturnya.
 
Tidak hanya soal citra, sosialisasi itu juga diharapakan dapat memberikan pemahaman kepada pada direksi soal bagaimana korupsi itu bisa terjadi. Tidak hanya dengan transaksi uang tunai, melainkan bisa berbentuk hadiah yang bisa masuk dalam kategori gratifikasi.
 
"Acara ini membuat kita ingin membangun manajemen yang lebih baik dari yang sebelumnya dan bisa menjadi review kita untuk pengadaan barang dan jasa di perusahaan ini," jelasnya.
 
Ditemui di tempat yang sama, Direktur Gratifikasi KPK Syarief Hidayat menjelaskan Indonesia menduduki tingkat teratas persoalan korupsi. Hal itu didasari dengan adanya ketidaktahuan para pejabat tentang tindakan apa saja yang masuk dalam kategori korupsi.
 
"Masih banyak yang belum paham soal tindakan apa saja yang masuk dalam kategori korupsi. Salah satunya, soal gratifikasi pemberian hadiah. Makanya, dengan sosialisasi ini meminta agar para pejabat khususnya yang ada di Garuda Indonesia dapat dengan pintar dan jeli proses-proses itu. Kalau bisa, jangan menerima hadiah," jelas Syarief.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif