Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Kuartal I-2019, Laba Bersih Bukit Asam Merosot

Ekonomi ptba
Annisa ayu artanti • 24 April 2019 15:21
Jakarta: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat laba bersih pada kuartal I-2019 sebesar Rp1,13 triliun. Laba tersebut turun jika dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal I-2018 yakni Rp1,45 triliun.
 
Penurunan laba bersih tersebut, kata Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arivin, dipengaruhi oleh jual rata-rata batu bara yang turun sebesar 13 persen menjadi Rp772.044 per ton pada kuartal I-2019. Padahal periode yang sama tahun lalu sebesar Rp887.883 per ton.
 
"Laba bersih perseroan menjadi sebesar Rp1,14 triliun dengan EBITDA tercapai sebesar Rp1,73 triliun," kata Arviyan di Jakarta, Rabu, 24 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arviyan menjelaskan penurunan harga batu bara disebabkan oleh pelemahan harga batu bara Newcastle sebesar tujuh persen maupun harga batu bara thermal Indonesia (Indonesian Coal Index/ICI) GAR 5000 sebesar 24 persen dibandingkan dengan harga kuartal I-2018, serta aturan pemerintah terkait harga jual batu bara DMO yang belum diimplementasikan secara penuh di kuartal I-2019.
 
Dia melanjutkan pada kuartal I-2019 perseroan mencatat pendapatan usaha sebesar Rp5,43 triliun. Sebanyak 50 persen dari capaian pendapatan usaha tersebut berasal dari penjualan batu bara ekspor.
 
Lalu 46 persen dari penjualan batu bara domestik. Kemudian, empat persen dari penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit, dan jasa sewa.
 
Sementara itu PTBA mencatat eban pokok penjualan pada tiga bulan pertama 2019 sebesar Rp3,56 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 12 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp3,17 triliun.
 
Produksi Batu Bara Meningkat
 
Dari sisi kinerja opersional, Arviyan menjelaskan, pada kuartal I-2019 produksi batu bara sebesar 5,7 juta ton. Produksi tersebut meningkat delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,28 juta ton.
 
Pencapaian kinerja operasi perseroan ini tak lepas dari strategi manajemen dalam mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara seperti India, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Hong Kong, di tengah pembatasan impor yang dilakukan oleh Tiongkok selaku pangsa pasar ekspor terbesar.
 
"Peningkatan kinerja operasional kuartal I-2019 dimana produksi batu bara pada kuartal ini mencapai 5,7 juta," sebut dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif