Sekuritisasi Aset Picu Arus Modal ke Indonesia
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong (tengah) -- Foto: Antara/ Jefri Tarigan
Jimbaran: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan sekuritisasi atau menguangkan aset-aset infrastruktur ke pasar modal menjadi pemicu masuknya arus modal. Hal itu sangat diperlukan manakala nilai tukar rupiah terus tertekan.

"Apalagi di saat rupiah sedang tertekan, kita lebih membutuhkan lagi arus modal masuk," kata Lembong dalam Infrastructure Forum 2018 sebagai bagian dari Pertemuan Tahunan IMF-WBG di Jimbaran, Bali, Kamis 11 Oktober 2018.

Lembong mengungkapkan cukup banyak investor asing, perusahaan asuransi dan reksa dana, yang tertarik untuk mempelajari instrumen-instrumen pembiayaan infrastruktur seperti sekuritisasi. Karenanya, pemerintah perlu lebih fleksibel dan dinamis mengakomodasi keinginan investor.

"Ini sudah lama menjadi prioritas Presiden Joko Widodo untuk lebih menggeser pendanaan infrastruktur ke swasta, dan yang lebih penting lagi ke pasar modal," ungkapnya.

Apalagi investor di seluruh dunia sedang mengkhawatirkan gejolak nilai tukar. Sebab itu, sekuritisasi aset dalam bentuk dolar atau euro akan lebih nyaman bagi investor tanpa harus mengambil risiko dengan rupiah.

"Yang orang sering kali lupa banyak infrastruktur kita yang sebenarnya menghasilkan devisa. Kalau pesawat dari luar negeri mendarat, itu bayar landing fee pakai dolar. Kapal angkut kalau dari luar negeri bayar port fee atau iuran pelabuhan pakai dolar," pungkas dia.



(Des)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id