Bloomberg, Senin, 25 Juni 2018, mencatat mata uang rupiah melemah 73 poin dengan berada pada Rp14.159 per USD. Kemudian Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah melemah 77 poin dengan berada pada Rp14.150 per USD. Bank Indonesia juga melansir mata uang rupiah melemah dengan berada pada Rp14.105 per USD.
Dolar indeks diperkirakan bergerak menguat di sekitar level 94,5-95,0 terhadap beberapa mata uang utama dunia terutama euro seiring masih tingginya ketidakpastian kebijakan perdagangan AS terhadap Uni Eropa dan Tiongkok yang mendorong investor menempatkan dananya ke mata uang save haven seperti dolar. Naiknya kepemilikan investor ke dalam aset berdenominasi dolar tercermin dari semakin rendahnya yield US treasury 10 tahun yang kemarin malam turun sebesar satu bps ke level 2,88 persen.
Di tengah kenaikan dolar indeks, mata uang rupiah kemungkinan akan sedikit menguat hari ini didorong kemungkinan semakin membaiknya data defisit neraca perdagangan Indonesia Mei yang akan rilis hari ini dan diperkirakan akan mengalami defisit sebesar USD1 juta.
"Defisit tersebut diperkirakan jauh lebih rendah dibandingkan defisit bulan sebelumnya sebesar USD1,63 miliar. Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.000 per USD ke Rp14.040 per USD," kata tim analis Samuel Sekuritas Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News