"Volume kita harapkan ada peningkatan volume penjualan di musim hujan ini, setelah harga semen turun. Dengan proyek berjalan terus, demand kita diharapkan meningkat," ujar Direktur Utama SMGR, Suparni, ketika ditemui langsung usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) SMGR, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (23/1/2015).
Sementara itu, Direktur Keuangan SMGR, Ahyanizzaman, menjelaskan, pihak perseroan akan mendorong penjualan di pasar primer. Langkah itu dilakukan dengan cara mengefisiensikan dari segi lini bisnis.
Dengan adanya penurunan harga semen, perseroan akan memaksimalkan volume penjualan. Oleh karena itu, perseroan akan menargetkan kenaikan pendapatan tahun ini di kisaran 9-12 persen dengan target laba bersih tiga sampai enam persen.
"Dampak penurunan harga, kita akan berupaya memaksimalkan penjualan terutama revenue, optimalkan pasar-pasar primer, secondary market kita shifting, kita lakukan berbagai upaya efisiensi," ungkap dia.
Sekadar diketahui, Presiden Jokowi telah mengumumkan penurunan harga jual semen yang diproduksi sebesar Rp3.000 per sak. Selain harga semen, Jokowi juga mengurangi penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi, baik premium, solar, dan pertamax.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News