Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Wabah Korona Masih Tekan IHSG

Ekonomi ihsg Virus Korona
Ade Hapsari Lestarini • 02 Maret 2020 11:13
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan tertekan imbas kekhawatiran virus korona Covid-19.
 
"Kami perkirakan IHSG akan melanjutkan pelemahan seiring peningkatan wabah Covid-19 di luar Tiongkok yang menimbulkan kekhawatiran perekonomian global," ujar tim analis Samuel Sekuritas Indonesia dalam hasil risetnya, Senin, 2 Maret 2020.
 
Dijelaskan, pada akhir pekan kemarin, 1 Maret 2020, di Australia, Thailand, dan Amerika Serikat telah melaporkan kasus kematian pertama akibat wabah Covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilaporkan bahwa pria yang meninggal di AS tersebut tidak terdapat bukti bahwa dia terinfeksi akibat pergi keluar negeri atau kontak dengan orang yang terinfeksi lainnya, hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap komunitas lokal bahwa wabah ini sudah menyebar di AS.
 
Sementara itu, dampak wabah ini juga membuat aktivitas pabrik di Tiongkok turun cukup dalam pada Februari sesuai dengan rilis Purchasing Manager Index oleh Biro Statistik Nasional pada Sabtu, 29 Februari 2020 yang turun menjadi 35,7.
 
Angka ini merupakan titik terendah bahkan jika dibandingkan dengan krisis keuangan pada 2008.
 
Pada Jumat lalu, 28 Februari 2020, bursa saham AS ditutup bervariasi dengan sebagian besar indeks saham utama AS cenderung bergerak melemah. Indeks Dow Jones terkoreksi sebesar -1,39 persen, S&P 500 turun -0,82 persen, sedangkan Nasdaq ditutup flat +0,01 persen.
 
Sementara itu bursa saham Eropa juga ditutup negatif. Euro Stoxx dan FTSE turun masing-masing sebesar -4,15 persen dan -3,18 persen.
 
Adapun pada pagi ini, untuk bursa saham Asia dibuka melemah. Indeks Nikkei Jepang dibuka turun -1,20 persen, indeks Australia ASX melemah sebesar -2,79 persen, dan indeks Kospi Korea Selatan melemah -0,63 persen.
 
IHSG pada Jumat pekan lalu ditutup melemah (-1,50 persen) pada level 5.453. Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 105,4 miliar pada pasar reguler dan net sell sebesar Rp88,2 miliar pada pasar negosiasi.
 
Pada pagi ini terdapat rilis data ekonomi domestik, yaitu tingkat inflasi secara year to year (YoY) dan month to month (MoM) periode Februari, serta Markit Manufacturing PMI periode Februari.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif