Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI Yulianto Aji Sudono mengatakan, bahwa saham yang mengalami kenaikan terbesar adalah PT Pelat Timah Nusantara Tbk dan kemudian disusul PT Indofarma Tbk.
baca : Melejit 98,81%, Saham Pelat Timah Nusantara Disuspensi
Dia menjelaskan, lima saham dengan kenaikan terbesar di sepanjang tahun ini adalah PT Pelat Timah Nusantara Tbk dengan kenaikan harga saham 4.840 persen, PT Indofarma Tbk (2.525 persen), PT Barito Pacific Tbk (1.011,54 persen), PT Delta Dunia Makmur Tbk (788,89 persen), dan saham PT Semen Baturaja Tbk (783,16 persen).
"Lima kemudian adalah PT PP Properti Tbk (551,69 persen), PT Sunson Textile Manufacture Tbk (534,62 persen), PT Indika Energy Tbk (513,64 persen), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (488,53 persen), dan PT Danasupra Erapacific Tbk (442,86 persen)," kata dia dikutip dari keterangan tertulisnya, Minggu (25/12/2016).
Dia mengatakan, kenaikan harga saham tersebut mencerminkan bahwa investasi di pasar modal Indonesia berpotensi memberikan keuntungan yang signifikan bagi para investor.
"Investasi yang dilakukan sebaiknya diimbangi dengan pengetahuan tentang faktor fundamental perusahaan serta analisa teknikal harga sahamnya sehingga dapat memperkirakan prospek Perusahaan Tercatat di masa depan serta mengambil strategi terbaik ketika berinvestasi di pasar modal," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News