Ilustrasi. MI/USMAN ISKANDAR
Ilustrasi. MI/USMAN ISKANDAR

IHSG Berpotensi Menguat, Saham Konstruksi Jadi Rekomendasi

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 19 November 2019 08:33
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat setelah pada perdagangan kemarin melemah tipis ke level 6.122,62. Meski demikian, para investor masih terus menunggu perkembangan kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.
 
Sementara itu, Bank Rakyat Tiongkok telah menurunkan biaya pinjaman pada pinjaman jangka pendek untuk pertama kalinya sejak 2015 dan menyuntikkan USD26 miliar ke dalam sistem keuangan. Menurut Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi langkah itu bertujuan meningkatkan kepercayaan diri menyusul serangkaian data ekonomi yang buruk.
 
Oleh karena itu, diramalkan indeks akan mulai rebound kembali hari ini dengan rentang support dan resistance 6.100-6.170. "Kami perkirakan IHSG akan bergerak menguat pada perdagangan selanjutnya," kata Lanjar, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 19 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lanjar menyampaikan selain menunggu kesepakatan dagang antara dua negara ekonomi terbesar di dunia itu, investor juga akan menanti data neraca pembayaran di zona Eropa dan harga properti di Amerika sebagai pertimbangan untuk melakukan aksi.
 
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas Wiliam Surya Wijaya memprediksi indeks akan menguat hari ini. "Hari ini IHSG berpotensi menguat dan diperdagangkan di level 6.024-6.202," kata William.
 
Menurutnya tren kenaikan masih terlihat dengan tercatatnya capital inflow secara year to date yang menunjukan bahwa minat investor asing masih cukup pesar ke pasar modal Indonesia. "Momentum koreksi wajar masih bisa dijadikan peluang oleh investor, mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend," ucap William.
 
Beberapa saham yang bisa diperhatikan investor hari ini adalah PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif