Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

Menanti Suku Bunga Acuan, IHSG Diperkirakan Datar

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 20 November 2019 08:57
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada Selasa waktu setempat. Indeks Dow Jones turun 0,36 persen, S&P 500 melemah 0,06 persen, dan Nasdaq menguat 0,24 persen akibat minimnya sentimen positif. Para pelaku pasar masih mencermati ancaman Presiden AS Donald Trump terkait kenaikan tarif dagang.
 
Adapun ancaman itu jika pihak Tiongkok tidak menyetujui kesepakatan dagang fase satu. Di sisi lain, investor sedang menanti rilis dari risalah Rapat FOMC yang dapat membantu investor menerka arah kebijakan the Fed kedepannya. Selain itu, pada kamis juga akan dirilis data klaim pengangguran yang diperkirakan turun 10 ribu klaim.
 
"Pagi ini Nikkei dibuka turun 0,09 persen dan Kospi melemah 0,40 persen. IHSG hari ini kami perkirakan cenderung flat, menanti arah kebijakan suku bunga BI yang akan diumumkan pada Kamis mendatang," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 20 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), terseret oleh penurunan tajam dari saham Home Depot. Di sisi lain, para investor masih memerhatikan keberlanjutan negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok yang sekarang ini kembali mengalami hambatan.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 102,20 poin atau 0,36 persen menjadi 27.934,02. Sementara S&P 500 turun 1,85 poin atau 0,06 persen menjadi 3.120,18. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik 20,72 poin atau 0,24 persen menjadi 8.570,66.
 
Saham Home Depot ditutup turun 5,44 persen, memimpin penghambat di indeks Dow. Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 mundur pada penutupan, dengan energi turun 1,47 persen, kelompok berkinerja terburuk. Perawatan kesehatan naik 0,65 persen, melampaui sisanya.
 
Di depan data, perumahan AS mulai meningkat 3,8 persen menjadi 1,314 juta unit pada Oktober, Departemen Perdagangan mengatakan. Ada harapan agar data perumahan AS ini bisa terus membaik di masa-masa mendatang karena bisa menjadi indikator penting terhadap perekonomian AS.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif