Melantai di Bursa, Saham Produsen Es Krim Naik Hampir 50%. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu A
Melantai di Bursa, Saham Produsen Es Krim Naik Hampir 50%. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu A

Melantai di Bursa, Saham Produsen Es Krim Naik Hampir 50%

Ekonomi bursa efek ipo
Annisa ayu artanti • 22 Januari 2020 11:24
Jakarta: PT Diamond Food Indonesia Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui aksi pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO). Perusahaan produsen es krim ini menjadi perusahaan tercatat ke-20 pada tahun ini.
 
Berdasarkan pantauan Medcom.id, perusahaan berkode emiten DMND ini melepas saham sebanyak 100 juta saham dengan harga penawaran Rp915 per saham.
 
Saat perdana listing, saham perusahaan naik 49,74 persen atau 455 poin dari harga penawaran menjadi Rp1.370 per saham. Saham Diamond Food Indonesia ditransaksikan sebanyak enam kali dengan volume 230 lot. Untuk sementara perusahaan memperoleh dana sebesar Rp31,51 juta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, aksi ini merupakan batu loncatan bagi perusahaan untuk terus berkembang.
 
Bursa berharap perusahaan dapat memperhatikan keseimbangan dalam menjalankan kegiatan operasional ke depan sehingga dapat menjaga kepercayaan investor.
 
"Bursa dan SRO selalu mensupport perseroan untuk menjadi perusahaan yang bertumbuh. Bursa berharap perseroan juga dapat mengutilisasi posisinya sebagai perusahaan tercatat," kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Di tempat yang sama, Presiden Direktur Utama Diamond Food Indonesia Norman Chen menyampaikan, melalui aksi IPO ini perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing 25 persen tahun ini.
 
"Target kita, akan dapat dana untuk kita lebih atraktif ke depan sehingga kita buisa kembali lagi bertumbuh. Dan dengan dukungan pemegang saham kita akan lebih efisien. Kalau kita lebih efisien kita akan maju lebih cepat," tuturnya.
 
Perusahaan pun merinci, sebanyak 80 persen dari dana IPO akan digunakan untuk penyetoran modal kepada entitas anak perusahaan, yakni PT Sukanda Djaya untuk modal kerja pembelian persediaan. Sisanya sebanyak 20 persen akan digunakan sebagai modal kerja yang mendukung kegiatan operasional perseroan.
 
"Sudah ada beberapa proyek yang lagi kita pikirkan seperti fasilitas produksi, ekspansi cool storage dan lain-lain," sebut dia.
 
Ia juga menambahkan, dalam tiga tahun terakhir industri makanan dan minuman terus bertumbuh. Hal tersebut membuat perusahaan yakin target-target ke depan akan tercapai.
 
"Karena kita ketahui pertumbuhan makanan dan minuman dalam tiga tahun terakhir cukup positif jadi kita optimistis target akan tercapai," tukasnya.
 

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif