Direktur Penilaian BEI Samsul Hidayat menyebutkan, salah satu kebijakan yang disiapkan adalah penambahan nilai saham margin menjadi 200 saham. Namun rencana ini masih dibahas bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Ini kan juga cukup kalau memang ini bisa memperlebar jumlah sahamnya, maka diharapkan jumlah transaksi dari saham-saham yang selama ini mungkin tidak terlalu aktif ditransaksikan pada level tertentu bisa lebih aktif dengan dimasukkannya saham itu dalam transaksi margin trading," kata Samsul di Gedung BEI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (11/1/2017).
Selain itu, pihak BEI bersama Self regulatory organization (SRO) dan OJK akan mendirikan perusahaan pendanaan (securities financing). Langkah ini, kata Samsul, agar transaksi harian di pasar modal bisa ditingkatkan melalui kegiatan yang kongkret.
"Di samping itu kita akan masuk ke beberapa sektor artinya sosialisasi diarahkan pada beberapa sektor saja. Jadi misal profesi, karyawan perusahaan emiten, kalau mahasiswa kita juga terus lakukan peningkatan. Jadi kegiatan pengetahuan masyarakat ini terhadap pasar modal juga meningkat," jelas dia.
Dirinya menambahkan, sosialisasi pasar modal kepada masyarakat akan dilakukan melalui berbagai kegiatan. Salah satunya adalah dengan kampanye Yuk Nabung Saham yang sudah berjalan sejak tahun lalu dan akan ditambah di beberapa daerah tahun ini.
"Jadi supaya kita bisa mendapatkan nilai transaksi yang jauh lebih besar untuk tahun-tahun mendatang. Kita juga secara ekplisit atau konkret merencanakan kegiatan-kegiatan yang akan kita realisasikan di tahun-tahun berikutnya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News