Gedung Bursa Eefek Indonesia. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Gedung Bursa Eefek Indonesia. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.

Pekan Pertama November, Frekuensi Transaksi IHSG Positif

Ekonomi pembangunan jaya ancol
Nia Deviyana • 10 November 2019 09:45
Jakarta: Data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini ditutup bervariasi. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan data rata-rata frekuensi transaksi BEI selama sepekan, sebesar 5,27 persen dari 527.047 ribu kali transaksi menjadi 554.840 ribu kali transaksi.
 
Melansir siaran pers BEI, Minggu, 10 November 2019, data rata-rata nilai transaksi harian mengalami perubahan sebesar 11,44 persen menjadi Rp8,493 triliun, dari Rp9,590 triliun pada pekan sebelumnya.
 
Lalu untuk data rata-rata volume transaksi harian BEI juga mencatatkan perubahan sebesar 38,23 persen, menjadi 12,672 miliar unit saham dari 20,515 miliar unit saham di pekan sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu pada pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perubahan sebesar 0,47 persen pada posisi 6.177,986 dari 6.207,191 pada pekan sebelumnya.
 
Mengikuti IHSG, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga mengalami perubahan sebesar 0,46 persen menjadi Rp7.105,017 triliun dari Rp7.138,198 triliun pada penutupan minggu lalu.
 
Sepanjang 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp45,355 triliun dan investor asing pada hari ini mencatatkan jual bersih sebesar Rp988,99 miliar.
 
Pada pekan pertama November 2019, BEI kedatangan dua Perusahaan Tercatat ke-43 dan ke-44. Mereka adalah PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dan PT Ginting Jaya Energi Tbk (WOWS).
 
SINI tercatat pada sektor Basic Industry and Chemicals, dengan subsektor Wood Industries, sementara WOWS tercatat pada sektor Mining, dengan subsektor Crude Petroleum & Natural Gas Production.
 
Adapun untuk obligasi, pada pekan ini ada dua yang tercatat di BEI, pertama Obligasi Berkelanjutan III BCA Finance Tahap I Tahun 2019 (Obligasi) yang diterbitkan oleh PT BCA Finance dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp1,5 triliun.
 
Hasil pemeringkatan untuk Obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) adalah idAAA (Triple A) dan PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) adalah AAA (idn) (Triple A). Bertindak sebagai Wali Amanat dari emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
 
Selanjutnya Obligasi Berkelanjutan III Bank BRI Tahap I Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp5 triliun. Hasil pemeringkatan untuk Obligasi dari PEFINDO adalah idAAA (Triple A) dan Fitch adalah AAA (idn) (Triple A). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
 
Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 86 Emisi dari 45 Perusahaan Tercatat senilai Rp101,04 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 418 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp442,01 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 118 Perusahaan Tercatat.
 
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 101 seri dengan nilai nominal Rp2.707,26 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp8,71 triliun.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif