Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Rupiah Pagi Melempem ke Rp14.090/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 14 November 2019 09:00
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi tercatat melemah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.078 per USD. Ketidakpastian negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok memberikan efek negatif yang membuat mata uang Garuda sulit perkasa.
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 14 November 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp14.090 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.087 hingga Rp14.097 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.886 per USD.
 
Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat melesat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan terjadi karena pelaku pasar mempertimbangkan kesaksian dari ketua Federal Reserve AS.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,06 persen menjadi 98,3778 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,0999 dari USD1,1009 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2837 dari USD1,2855 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6830 dibandingkan dengan USD0,6842. Dolar AS dibeli 108,77 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,96 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9893 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9923 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3254 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3222 dolar Kanada.
 
Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan sikap kebijakan moneter saat ini kemungkinan masih tepat selama ekonomi Amerika Serikat tetap di jalurnya, menurut pernyataan yang telah disiapkan yang diberikan kepada Komite Ekonomi Gabungan Kongres.
 
"Kami akan memantau efek dari tindakan kebijakan kami, bersama dengan informasi lain yang berhubungan dengan prospek, saat kami menilai jalur yang tepat dari kisaran target untuk suku bunga dana federal," kata Powell.
 
Memerhatikan kebijakan tidak pada jalur yang telah ditentukan, Powell mengatakan, the Fed akan merespons dengan sesuai. "Jika perkembangan yang muncul itu menyebabkan penilaian kembali material atas pandangan kami," tuturnya.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor mencerna kesaksian terbaru Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Di sisi lain, perang dagang yang terus berlangsung turut memberikan beban tersendiri terhadap pergerakan pasar saham.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif