Ilustrasi. MI/RAMDANI
Ilustrasi. MI/RAMDANI

Tutup Periode Rilis Kinerja Keuangan, IHSG Berpeluang Bangkit

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 01 November 2019 09:54
Jakarta: Akhir pekan ini ditutup dengan banyaknya rilis data ekonomi domestik maupun global. Rilis data ekonomi Amerika Serika (AS) semalam sesuai ekspektasi pasar dengan Personal Income secara MoM periode September naik 0,3 persen dan Personal Spending secara MoM periode September melonjak 0,2 persen.
 
Meski demikian, pasar AS terkoreksi di perdagangan semalam. Tercatat S&P 500 turun 0,30 persen setelah mencatatkan new high hari sebelumnya. Dow Jones turun 0,52 persen, dan Nasdaq minus 0,14 persen. Sementara di bursa komoditas, pagi ini tercatat minyak Brent turun 0,63 persen di level USD60,23 per barrel.
 
Samuel Research Team mengungkapkan pasar domestik akhir pekan ini masih dibayangi sentimen rilis kinerja keuangan periode kuartal ketiga 2019. IHSG kemarin terkoreksi cukup dalam yakni minus 1,07 persen ke level 6.228,3 dengan investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp599,5 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hari ini juga terdapat rilis data ekonomi domestik, yaitu inflasi Oktober tahunan dan bulanan. IHSG hari ini berpeluang rebound namun masih bergerak sideways," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 1 November 2019.
 
Di sisi lain, bursa saham Wall Street jatuh pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor mencerna sejumlah data suram dan pembaruan terkait penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Selain itu, perang dagang yang berlarut-larut antara AS dan Tiongkok turut membebani pasar saham.
 
Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 140,46 poin atau 0,52 persen ke 27.046,23. Sedangkan S&P 500 turun 9,21 poin atau 0,30 persen menjadi 3.037,56. Indeks Komposit Nasdaq menghapus 11,62 poin atau 0,14 persen menjadi 8.292,36.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 merosot, dengan industri dan material masing-masing turun 1,14 persen dan 1,10 persen, memimpin para pecundang. Ada harapan agar sejumlah sektor tersebut bisa kembali bangkit dan nantinya memberikan imbal hasil lebih menarik bagi para investor.
 
Chicago Purchasing Managers Index (Chicago PMI), juga dikenal sebagai Chicago Business Barometer, turun 3,9 poin menjadi 43,2 pada Oktober. Kondisi itu menandai level terendah sejak Desember 2015 dan menunjukkan kelemahan lebih lanjut dalam aktivitas bisnis.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif