Ilustrasi. MI/RAMDANI.
Ilustrasi. MI/RAMDANI.

Awal Pekan, IHSG Kembali Menguat

Ekonomi ihsg
Arif Wicaksono • 09 Desember 2019 17:08
Jakarta: Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan pada awal pekan ini. IHSG ditutup naik tipis. Kenaikan ini terjadi di tengah sentimen window dressing yang biasanya terjadi pada Desember. Rupiah juga bergerak positif dengan menguat pada penutupan perdagangan hari ini.
 
IHSG ditutup naik 6,92 poin menjadi 6.193 perdagangan Senin, 9 Desember 2019. Volume perdagangan sebesar 5,8 miliar lembar saham dengan nilai Rp4,9 triliun. Sebanyak 221 saham naik, 204 saham turun, dan 181 saham tak bergerak. Sektor perkebunan dan properti menjadi sektor yang naik paling kencang pada hari ini. Sektor infrastruktur menjadi yang paling melemah. Aksi beli investor asing mencapai Rp71 triliun.
 
Sikap Amerika Serikat (AS) terhadap Tiongkok membuat keputusan yang kerap kali meruncingkan hubungan kedua negara, kali ini AS menyatakan dengan tegas tidak ingin Bank Dunia memberikan pinjaman ke Tiongkok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alasannya karena dana utangan digunakan untuk memberi bantuan negara-negara yang lemah secara ekonomi. Senada, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada komite Dewan Perwakilan Rakyat, AS keberatan dengan program pinjaman dan proyek multi-tahun lembaga ke Tiongkok. Meski, program itu tetap disahkan, tetapi berencana mengurangi pinjamannya ke Tiongkok.
 
Ketua Komite Keuangan Senat Charles Grassley mengatakan Bank Dunia menggunakan dolar dari pajak warga AS, sehingga tidak boleh meminjamkan uang kepada negara-negara kaya yang melanggar hak asasi warga dan berusaha untuk mendominasi negara-negara yang lebih lemah baik secara militer maupun ekonomi.
 
Kendati sentimen pasar kembali diselimuti faktor negatif, tetapi kali ini diharapkan kembali ada momentum siklus tahunan IHSG berpeluang apresiasai di bulan Desember. Termasuk peluang bagi IHSG untuk menguat pada pekan ini berpotensi bisa terjadi.
 
Bloomberg melansir mata uang rupiah naik 27,5 poin menjadi Rp14.010 per USD. Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah menguat 23 poin ke Rp14.010 per USD. Bank Indonesia merekam mata uang rupiah menguat menjadi Rp14.021 per USD.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif